PEKANBARU – Tingkat kepuasan masyarakat Kota Pekanbaru terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan penurunan berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Opini Rakyat yang dilaksanakan pada 24 September-15 Oktober 2026.
Ketua Lembaga Survei Opini Rakyat, Adlin, menyampaikan bahwa hasil survei tersebut memperlihatkan mayoritas responden menyatakan tidak puas terhadap kepemimpinan Prabowo-Gibran.
"Sebanyak 60 persen responden mengaku tidak puas, sedangkan 37 persen menyatakan puas dan 3 persen lainnya tidak memberikan jawaban," katanya, Jumat (16/10/2026).
Angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan hasil survei lembaga yang sama pada April 2026. Saat itu, tingkat kepuasan masyarakat Pekanbaru terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran tercatat sebesar 55 persen.
Survei terbaru ini melibatkan 410 warga Kota Pekanbaru yang telah memiliki hak pilih, terdiri atas 205 laki-laki dan 205 perempuan. Pengumpulan data dilakukan oleh 41 mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Riau dengan menggunakan metode multistage random sampling di 15 kecamatan di Kota Pekanbaru. Dalam keterangan survei, tingkat kesalahan sampel dan margin of error masing-masing dicantumkan sebesar 5 persen.
Selain tingkat kepuasan, survei tersebut juga memotret kecenderungan pilihan politik masyarakat apabila pemilihan presiden dilaksanakan saat ini.
Hasilnya, sebanyak 24,6 persen responden menyatakan akan memilih Prabowo Subianto. Sementara itu, 72,7 persen responden menginginkan pergantian presiden dengan memilih calon selain Prabowo, sedangkan 2,7 persen lainnya tidak memberikan jawaban.
Gambaran serupa terlihat ketika responden diberikan sejumlah nama tokoh yang berpotensi menjadi calon presiden. Dalam simulasi tersebut, Prabowo Subianto menempati posisi ketiga dengan elektabilitas 19 persen.
Posisi teratas ditempati Anies Baswedan dengan elektabilitas 31 persen. Sementara itu, Kang Dedi Mulyadi (KDM) berada di posisi kedua dengan perolehan 21 persen.
Hasil ini memperlihatkan bahwa dalam simulasi pilihan sejumlah tokoh potensial, Anies Baswedan memperoleh dukungan tertinggi dari responden di Pekanbaru, disusul Dedi Mulyadi dan Prabowo Subianto.
Survei tersebut juga mengidentifikasi sejumlah faktor yang dinilai berkontribusi terhadap ketidakpuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Prabowo Subianto.
Kenaikan harga kebutuhan pokok atau sembako menjadi faktor yang paling banyak disebutkan responden, dengan persentase mencapai 40 persen.
Berikutnya, sebanyak 26 persen responden menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya terkait kasus keracunan yang disebut terjadi dalam pelaksanaannya.
Sebanyak 13 persen responden menilai lambannya penanganan persoalan asap sebagai faktor ketidakpuasan. Sementara itu, 10 persen menyoroti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Adapun pemotongan dana transfer daerah oleh pemerintah pusat disebut oleh 5 persen responden. Sebanyak 5 persen lainnya menyebut faktor lain, sedangkan 1 persen tidak memberikan jawaban.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa persoalan ekonomi, terutama kenaikan harga kebutuhan pokok, menjadi isu yang paling banyak disoroti responden dalam survei ini. Di sisi lain, pelaksanaan program MBG dan penanganan persoalan asap juga menjadi perhatian sebagian masyarakat.
Meski demikian, hasil survei ini menggambarkan pandangan responden di Kota Pekanbaru pada periode pengumpulan data dan tidak serta-merta mewakili kondisi opini masyarakat secara nasional.
Hasil survei tersebut menjadi gambaran dinamika persepsi publik di Pekanbaru terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, sekaligus menunjukkan bahwa isu ekonomi dan pelaksanaan kebijakan pemerintah menjadi aspek penting dalam penilaian responden terhadap kepemimpinan nasional.