www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Pilkades PAW Inhu 2026 Dievaluasi, Desa Sanglap Hadapi Krisis Peminat Calon Kades
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Idris Laena: Mencerdaskan Bangsa, Membangun Peradaban dari Alexandria Islamic School
Kamis, 02 April 2026 - 18:55:55 WIB
Muhammad Idris Laena, politisi dan pengusaha ternama asal Riau (foto/fitri)
Muhammad Idris Laena, politisi dan pengusaha ternama asal Riau (foto/fitri)

PEKANBARU - Tak banyak yang benar-benar memahami kisah di balik megahnya Alexandria Islamic School. Di balik bangunan dengan arsitektur ikonik dan fasilitas lengkap itu, tersimpan sebuah gagasan besar tentang masa depan pendidikan bahkan peradaban.

Sekolah ini bukan sekadar institusi pendidikan biasa. Ia hadir sebagai simbol bagaimana proses belajar dapat dikemas dalam pengalaman yang utuh, modern, dan berkelas.

Di balik visi tersebut, berdiri sosok Muhammad Idris Laena. Seorang doktor, insinyur, pengusaha, sekaligus politisi yang kiprahnya telah lama diperhitungkan di tingkat nasional.

Namun lebih dari sekadar latar belakang profesionalnya, Idris Laena dikenal sebagai sosok yang memiliki cara pandang berbeda tentang pendidikan.

"Lembaga pendidikan bukan sekadar tempat menuntut ilmu. Ia adalah ruang lahirnya peradaban," ujarnya suatu ketika, dengan nada tenang namun sarat makna.

Bagi Idris Laena, pendidikan tidak bisa dipersempit hanya pada angka, nilai akademik, atau sekadar kelulusan. Ia melihat pendidikan sebagai proses panjang dalam membentuk manusia seutuhnya.

Menurutnya, kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter, keterampilan hidup, serta integritas.

"Anak-anak yang cerdas tanpa karakter, atau terampil tanpa nilai, hanyalah potensi yang belum selesai," menjadi prinsip yang terus ia gaungkan dalam pengembangan sekolah tersebut.

Konsep inilah yang kemudian diterjemahkan dalam sistem pembelajaran di Alexandria Islamic School mulai dari jenjang sekolah dasar hingga menengah atas yang dirancang sebagai ekosistem pendidikan yang terintegrasi.

Menghadirkan Pengalaman Belajar Berkelas

Tak bisa dipungkiri, Alexandria Islamic School dikenal luas karena fasilitasnya yang lengkap dan tampilan fisik yang terkesan mewah. Namun bagi Idris Laena, kemewahan tersebut bukan tujuan, melainkan sarana.

Ia percaya bahwa pengalaman belajar yang baik harus didukung oleh lingkungan yang memadai. Infrastruktur, teknologi, hingga pendekatan pembelajaran modern menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi unggul.

"Peradaban hanya tumbuh dari pengalaman, sarana, serta wawasan yang memadai," menjadi landasan dari konsep yang ia bangun.

Menuju Alexandria Institute

Kini, langkah besar berikutnya tengah dipersiapkan. Alexandria Islamic School tidak berhenti sebagai institusi pendidikan dasar dan menengah.

Pengembangan menuju Alexandria Institute mulai digagas, dengan tujuan menciptakan lulusan yang memiliki keterhubungan kuat dengan dunia kerja konsep yang dikenal dengan "link and match".

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan zaman, di mana pendidikan dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan cerdas, tetapi juga siap menghadapi realitas dunia profesional.

Seiring berkembangnya visi besar tersebut, tongkat estafet kepemimpinan mulai dipercayakan kepada generasi berikutnya.

Tania Laena Putri dan Astrid Laena Putri disebut akan melanjutkan arah pengembangan Alexandria ke depan.

Kehadiran generasi baru ini diharapkan mampu membawa inovasi sekaligus menjaga nilai-nilai yang telah dibangun sebelumnya.

Simbol Kebangkitan Peradaban

Lebih dari sekadar sekolah, Alexandria Islamic School kini diarahkan menjadi simbol kebangkitan peradaban Indonesia melalui pendidikan.

Sebuah gagasan yang mungkin terdengar besar, namun bagi Idris Laena, perubahan memang harus dimulai dari keberanian untuk berpikir berbeda.

Baginya, pendidikan bukan hanya tentang hari ini melainkan tentang masa depan yang sedang dibangun, dengan kesungguhan, visi, dan komitmen jangka panjang.

Dan dari Pekanbaru, gagasan itu perlahan tumbuh, menyemai harapan bagi lahirnya generasi Indonesia yang lebih unggul, berkarakter, dan siap menghadapi zaman.

Penulis: Fitri
Editor: Riki


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto soroti minimnya calon Kades di Desa Sanglap.(foto: istimewa)Pilkades PAW Inhu 2026 Dievaluasi, Desa Sanglap Hadapi Krisis Peminat Calon Kades
Bupati Siak, Afni Zulkifli, memanfaatkan pertemuan dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka untuk menyampaikan kondisi fiskal yang dihadapi daerah penghasil SDA, khususnya terkait pemangkasan DBH.Di Hadapan Wapres Gibran, Afni Tegaskan DBH Bukan Bantuan, Melainkan Hak Daerah Penghasil
Wapres, Gibran Rakabuming Raka saat berkunjung ke Rohil.(foto: afrizal/halloriau.com)Kaget Lihat Kondisi SD Negeri Rusak Berat saat Datang ke Rohil, Gibran Janjikan Pembangunan Total
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)16 Hotspot Menyala di Riau, Bengkalis Sumbang Titik Panas Terbanyak Sore ini
Bentrok dua anggota dewan yang sama-sama kader Golkar di DPRD Riau (foto/int)Pengamat Minta Golkar dan Kemendagri Turun Tangan Usai Kisruh Anggota DPRD Riau
  ist.Proyek Tol Lingkar Luar Pekanbaru Dikebut, Ini Capaian Konstruksi dan Target Penyelesaiannya
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto mendampingi Wapres Gibran kunjungan ke Rohil.(foto: mcr)Dampingi Gibran ke Rohil, SF Hariyanto Pastikan Program MBG Beri Manfaat Nyata bagi Pelajar Riau
Alex Sapirman, mitra DMPA PT Arara Abadi-APP Group yang sukses dengan budidaya ikan.(foto: barkah/halloriau.com)Alex Sapirman Kini Kelola 7 Kolam Nila-Gurami dan Baung Beromzet 10 Ton Hingga Kompos Ber-SNI di Siak
Mahasiswa FBN Air Hitam Unri hadirkan Fun English For Emotion di Panti Asuhan Rumah Bahagia Pelita Kasih (foto/ist)Mahasiswa FBN Air Hitam Unri Fun English for Emotion di Panti Asuhan
Direktur PT Bumi Siak Pusako, Robi Junipa, dalam sambutannya menegaskan bahwa PKB bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen strategis yang diakui oleh peraturan perundang-undangan sebagai norma yang mengatur hubungan kerja antara perusahaan dan pekerja. BSP Resmi Memulai Perundingan PKB, Bangun Hubungan Industrial Berkelas Global Berlandaskan Budaya Melayu
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved