PEKANBARU - Dukungan politik bagi pasangan Irving-Sugianto terus mengalir, memperkuat langkah mereka menuju kontestasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Siak periode 2024-2029.
Terbaru, dukungan datang dari berbagai etnis dan komunitas, termasuk puak Minangkabau, tiga puak Nias, etnis Palembang, Jambi, Bengkulu, serta Komunitas Batak Muslim, Suku Jawa, dan Melayu di Kecamatan Tualang. Dukungan lintas etnis ini semakin memperkokoh modal sosial dan politik pasangan tersebut.
Pasangan Irving-Sugianto juga dilaporkan telah mendapatkan dukungan dari dua partai besar, yakni PDIP dan PKB, yang dinilai cukup untuk memenuhi syarat pencalonan dalam Pilkada serentak tahun ini.
Meskipun belum ada dokumen resmi dari kedua partai tersebut, tim pemenangan Irving-Sugianto optimistis bahwa dukungan ini sudah final.
"Insyaallah dalam waktu dekat sudah keluar form B1KWK dari Parpol pengusung," ujar salah satu anggota tim pemenangan, Minggu (25/8/2024).
Irving bukanlah wajah baru di Kabupaten Siak. Selama puluhan tahun, ia mengabdikan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah yang kaya akan sejarah Kesultanan Siak ini. Karir Irving dimulai dari bawah hingga mencapai posisi puncak sebagai kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Siak, di mana ia berperan besar dalam pembangunan infrastruktur di kabupaten tersebut. Irving dikenal sebagai arsitek utama di balik berbagai proyek pembangunan yang telah mengubah wajah Kabupaten Siak.
Niat Irving untuk maju dalam Pilkada bersama Sugianto didasari oleh keinginannya untuk melanjutkan dan memperkuat pembangunan yang telah ia rancang selama ini. "Puluhan tahun beliau mengabdi, sah-sah saja jika di sisa usianya ia ingin mewakafkan dirinya untuk membangun Siak lebih hebat lagi ke depannya," kata tim pemenangan Irving. Sebagai bukti keseriusannya, Irving telah mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai ASN. "Tinggal menunggu prosesnya. Setelah itu kita langsung tancap gas," tambahnya.
Alfedri Terancam Tak Bisa Maju, Irving-Sugianto Makin Diunggulkan
Di tengah antusiasme terhadap pencalonan Irving-Sugianto, tersiar kabar bahwa Alfedri, petahana Bupati Siak, berpotensi tidak bisa maju kembali karena telah menjabat selama dua periode.
Meski demikian, informasi ini masih simpang siur, dan KPU dikabarkan akan berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk mendapatkan kejelasan sebelum batas akhir pendaftaran calon pada 27-29 Agustus 2024.
"Kita sudah tanyakan ke KPU, mereka akan konsultasi dengan Mendagri apakah Alfedri bisa maju lagi atau tidak. Kita tunggu saja," ujar tim sukses Irving. Jika Alfedri tidak dapat maju, peluang Irving untuk memenangkan Pilkada Siak semakin terbuka lebar. Dengan modal sosial yang kuat dan dukungan politik yang terus mengalir, Irving berpotensi meraih dukungan dari partai-partai yang sebelumnya mendukung Alfedri.
Jika situasi ini terjadi, kemungkinan besar Pilkada Siak akan menghadirkan duel "head to head" antara Irving dan Afni, satu-satunya pesaing potensial yang berbeda jenis kelamin. Siapakah yang akan lebih unggul dalam kontestasi ini? Semua mata kini tertuju pada dinamika politik yang semakin memanas menjelang Pilkada Siak 2024. (rilis)