www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat, Unri Terapkan Kuliah Online dan WFH
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


APTISI Tawarkan Solusi Pembiayaan Pendidikan Tinggi yang Berkeadilan
Rabu, 07 Oktober 2026 - 17:38:42 WIB
APTISI tawarkan solusi pembiayaan pendidikan tinggi yang berkeadilan (foto/ist)
APTISI tawarkan solusi pembiayaan pendidikan tinggi yang berkeadilan (foto/ist)

BEKASI - Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) berharap gagasan pemerintah untuk memperluas akses pendidikan tinggi melalui program kuliah gratis dapat menjadi momentum membangun sistem pembiayaan pendidikan tinggi yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan, tanpa mengabaikan keberadaan perguruan tinggi swasta (PTS).

Itu disampaikan Ketua Umum APTISI Pusat Prof. Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, dalam Rapat Pengurus APTISI Pusat di Universitas Pelita Bangsa, Rabu (7/10/2026).

Budi mengingatkan bahwa kebijakan pembiayaan pendidikan tinggi tidak cukup hanya dilihat dari persoalan menggratiskan biaya kuliah di PTN. Menurutnya, pemerintah perlu melihat pendidikan tinggi sebagai satu ekosistem yang melibatkan PTN dan PTS, karena keduanya memiliki kontribusi dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

“APTISI berharap kebijakan pemerintah memperluas akses pendidikan tinggi benar-benar menjadi kebijakan yang berkeadilan. Jangan sampai kebijakan pembiayaan yang sangat besar kepada PTN justru menimbulkan ketimpangan dan berdampak pada keberlanjutan PTS,” ujar Budi.

Menurutnya, PTS selama ini turut mengambil peran strategis dalam menampung mahasiswa yang tidak seluruhnya dapat ditampung PTN. Karena itu, kebijakan pembiayaan yang hanya berorientasi pada institusi negeri berpotensi menciptakan kompetisi yang tidak seimbang.

“Kita tidak boleh melihat PTS sebagai pilihan kedua. PTS adalah bagian dari sistem pendidikan tinggi nasional. Kalau negara ingin meningkatkan APK, maka kapasitas dan keberlanjutan PTS juga harus menjadi bagian dari kebijakan pembiayaan pendidikan tinggi,” tegasnya.

Budi menawarkan tiga prinsip utama sebagai solusi. Pertama, bantuan pendidikan harus afirmatif dan tepat sasaran, terutama kepada mahasiswa dari keluarga tidak mampu. Kedua, kebijakan pembiayaan harus menjaga keseimbangan ekosistem PTN dan PTS. Ketiga, pemerintah perlu membangun sistem pembiayaan pendidikan tinggi yang berkelanjutan, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada APBN maupun uang kuliah mahasiswa.

APTISI juga mendorong pengembangan sumber pembiayaan alternatif melalui dana abadi pendidikan, filantropi, wakaf produktif, dan skema portable education voucher.

“Subsidi seharusnya mengikuti mahasiswa berdasarkan kebutuhan ekonominya, bukan semata-mata mengikuti status institusinya. Jika seorang mahasiswa dari keluarga tidak mampu memilih PTS yang memenuhi standar mutu, negara juga harus hadir memberikan dukungan,” jelas Budi.

Menurutnya, pendekatan tersebut dapat memperluas pilihan mahasiswa sekaligus menciptakan kompetisi yang lebih sehat antara PTN dan PTS berdasarkan mutu, inovasi, dan kinerja.

Sementara itu, Prof. Dr. Adolf Bastian, dosen Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru, Riau, sekaligus Pengurus Pusat APTISI, menegaskan bahwa peningkatan APK (Angka Partisipasi Kasar) Perguruan Tinggi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

“Gubernur, bupati dan walikota juga perlu mengambil bagian melalui dukungan pendanaan pendidikan. Terutama anak-anak dari keluarga tidak mampu pada desil 1 sampai 4 harus mendapatkan perhatian afirmatif agar memiliki kesempatan yang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” ujar Adolf.

APTISI berharap pemerintah membuka ruang dialog yang lebih luas dengan PTN, PTS, pemerintah daerah, mahasiswa, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan desain pembiayaan pendidikan tinggi.

“Harapan kami sederhana: jangan hanya membangun kebijakan kuliah gratis, tetapi bangun sistem pendidikan tinggi yang adil. Mahasiswa dari keluarga tidak mampu harus mendapat akses, PTN dan PTS harus tumbuh dalam ekosistem yang sehat, dan pembiayaan pendidikan harus memiliki fondasi yang berkelanjutan,” pungkas Budi.

APTISI menegaskan kesiapan untuk menjadi mitra pemerintah dalam merumuskan kebijakan tersebut, sehingga perluasan akses pendidikan tinggi tidak hanya meningkatkan APK, tetapi juga memperkuat mutu, pemerataan, dan keberlanjutan pendidikan tinggi nasional. (rls)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ilustrasi Unri menerapkan kuliah daring selama dua hari akibat kualitas udara yang memburuk di Pekanbaru (foto/int)Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat, Unri Terapkan Kuliah Online dan WFH
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/gemini AI/halloriau.com)Hotspot Sumatera Tembus 3.000 Titik Rabu Sore, Ini Sebaran di Riau
APTISI tawarkan solusi pembiayaan pendidikan tinggi yang berkeadilan (foto/ist)APTISI Tawarkan Solusi Pembiayaan Pendidikan Tinggi yang Berkeadilan
Lapas Bagansiapiapi dan Kejari Rohil bahas percepatan eksekusi putusan.(foto: afrizal/halloriau.com)Selaraskan Data Tahanan, Lapas Bagansiapiapi dan Kejari Rohil Percepat Proses Eksekusi
Sejumlah eks pekerja PT Vadhana mengadu ke Disnaker Rohil.(foto: afrizal/halloriau.com)Gaji Hanya Dibayar Separuh, 770 Eks Pekerja PT Vadhana Mengadu ke Disnaker Rohil
  ist.UIR Kian Diperhitungkan, Peringkat Dunia dan Nasional Terus Menanjak
ist.UIR Cetak Sejarah Baru, Program Kedokteran Gigi dan Profesi Resmi Dibuka
PJJ di Pekanbaru diperpanjang hingga 10 Oktober 2026.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)Udara Pekanbaru Level Berbahaya, PJJ PAUD-SMP Diperpanjang hingga Sabtu
GERAM desak DPRD Pekanbaru panggil manajemen MP Club.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)Bongkar Berbagai Pelanggaran THM, GERAM Desak DPRD Pekanbaru Panggil Manajemen MP Club
Pemprov Riau siapkan tim pengawasan Bahasa Indonesia di ruang publik (foto/int)Perkuat Bahasa Indonesia di Ruang Publik, Pemprov Riau Segera Bentuk Tim Kerja
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved