www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Manfaatkan Limbah Ternak
KKN Umri Rawang Air Putih Edukasi Warga Buat Pupuk Kompos untuk Sawit
Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:03:02 WIB
KKN Umri ajarkan warga Rawang Air Putih bikin kompos dari kotoran ternak (foto/ist)
KKN Umri ajarkan warga Rawang Air Putih bikin kompos dari kotoran ternak (foto/ist)

SIAK - Limbah peternakan yang selama ini kerap dianggap sebagai masalah justru dimanfaatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menjadi pupuk kompos yang bernilai guna bagi masyarakat.

Inovasi tersebut dilakukan Kelompok 2 KKN Umri Desa Rawang Air Putih, Kabupaten Siak, melalui kegiatan pembuatan kompos di halaman Kantor Desa Rawang Air Putih, Senin (24/8/2026).

Bahan utama yang digunakan berupa kotoran sapi, kotoran kambing, serta daun pisang kering. Mahasiswa juga memanfaatkan EM4, dolomit, serta gula merah dan gula putih sebagai bahan pendukung proses pengomposan.

Ketua Kelompok 2 KKN UMRI, Hiban Nur Hakiki, mengatakan program tersebut disesuaikan dengan potensi yang dimiliki Desa Rawang Air Putih. Selain perkebunan kelapa sawit, desa tersebut juga memiliki aktivitas peternakan sapi dan kambing yang cukup banyak.

"Desa Rawang Air Putih memiliki banyak potensi, mulai dari perkebunan sawit hingga peternakan sapi dan kambing. Mayoritas masyarakat di sini berprofesi sebagai petani dan peternak. Oleh karena itu, kami mahasiswa KKN mencoba berinovasi memanfaatkan kotoran sapi dan kambing menjadi pupuk kompos agar limbah tersebut tidak terbuang sia-sia," ujar Hiban.

Menurutnya, pengolahan limbah peternakan menjadi kompos tidak hanya dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Harapan saya ke depannya, pembuatan kompos ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Rawang Air Putih serta membuat warga semakin maju tanpa harus terus bergantung pada pupuk kimia," tambahnya.

Proses pembuatan kompos diawali dengan mencampurkan kotoran sapi dan kambing dengan daun pisang kering. Campuran tersebut kemudian diberi EM4, dolomit, serta campuran gula merah dan gula putih untuk membantu proses pengomposan.

Setelah seluruh bahan tercampur secara merata, material ditempatkan pada media pengomposan untuk menjalani proses fermentasi. Kompos tersebut akan difermentasi selama tujuh hari sebelum digunakan.

Setelah proses fermentasi selesai, kompos direncanakan diaplikasikan pada perkebunan kelapa sawit yang berada di lingkungan Desa Rawang Air Putih.

Perwakilan Desa Rawang Air Putih, Samsul Bahari, mengapresiasi program kerja mahasiswa KKN UMRI tersebut. Ia berharap inovasi itu dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat setelah mahasiswa menyelesaikan kegiatan KKN.

"Inilah proker dari KKN Umri tahun 2026 tentang kompos kotoran sapi dan kotoran kambing. Selesai kami kerjakan, sekarang kita tinggal menunggu fermentasi selama 7 hari, kemudian akan kita aplikasikan ke perkebunan kelapa sawit," ujar Samsul Bahari di sela-sela kegiatan.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap petani dan peternak di Desa Rawang Air Putih dapat mengembangkan pembuatan pupuk kompos secara mandiri. Limbah peternakan yang sebelumnya berpotensi terbuang dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat untuk mendukung sektor pertanian dan perkebunan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. (rls)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ketua DPW Aliansi Merah Putih, Eko Wibowo (foto/ist)Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Ist.BKawan BRK Syariah Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat Kepulauan Karimun
Tersangka SS saat diamankan di Mapolres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Diduga 4 Kali Cabuli Bocah, Seorang Karyawan di Pangkalan Kuras Dibui
Wakil Bupati Pelalawan, Husni Thamrin meninjau kesiapan personel Satlantas Polres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Bukan Sekadar Tilang, Ini Fokus Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 di Pelalawan
Tim FP GCN RPP melakukan pelatihan cara penggunaan dan jenis-jenis APAR serta pembuatan jalur evakuasi darurat kepada Tenaga Pengajar dan Peserta Didik SDN 02 Desa Kudap.GCN Latih Guru SDN 02 Kudap Gunakan APAR untuk Antisipasi Kebakaran
  Skuad PSPS Pekanbaru.(foto: mcr)PSPS Pekanbaru Gugat Denda Rp20 Juta dari PSSI, Ini Alasan Keberatannya
Marc Marquez.(foto: int)Marc Marquez Unggul 10 Poin, Tardozzi Ingatkan Ancaman Martin dan Bezzecchi
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.(foto: int)Jalan Rusak dan Banjir Prioritas APBD Pekanbaru 2027, Ini Program Lain yang Disiapkan
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(foto: infografis/halloriau.com)Hujan Seharian, Riau Nihil Hotspot! BMKG Catat 108 Titik Panas di Sumatera Sore Ini
Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa diikuti 32.214 bikers dari seluruh Indonesia. 32.214 Bikers Honda Satukan Semangat Persaudaraan dalam Honda Bikers Day 2026
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved