PEKANBARU - Enam mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat (S1) melaksanakan Corporate Visit ke gerai Indomaret di Jalan Putri Tujuh, Pekanbaru, Senin (6/7/2026). Giat ini guna mengamati langsung penerapan komunikasi bisnis di sektor ritel sebagai bagian dari tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Komunikasi Bisnis.
Dalam kunjungan tersebut, kelompok mahasiswa melakukan observasi dan wawancara dengan karyawan gerai untuk menggali pola komunikasi internal dan eksternal yang diterapkan dalam operasional sehari-hari.
"Kami ingin melihat langsung bagaimana teori komunikasi bisnis yang dipelajari di kelas benar-benar dipraktikkan di dunia kerja, khususnya di sektor ritel yang setiap hari bersentuhan langsung dengan konsumen," ujar Muji Lestari, salah satu anggota kelompok.
WhatsApp Grup Jadi Andalan Komunikasi Internal
Store Junior Leader gerai tersebut menjelaskan, komunikasi antara pihak manajemen area dan karyawan toko selama ini lebih banyak dilakukan melalui grup WhatsApp. Media digital dinilai lebih efektif untuk penyampaian informasi dan pembagian tugas harian. la menambahkan, setiap pergantian shift kerja selalu diawali dengan briefing singkat yang membahas target penjualan, penegasan Standard Operating Procedure (SOP), serta penguatan budaya pelayanan "9 kosakata" seperti senyum dan sapa kepada pelanggan.
Penanganan Komplain Jadi Perhatian
Dari hasil wawancara, mahasiswa juga menyoroti bagaimana gerai menangani komplain pelanggan, salah satunya terkait selisih harga antara label di rak dan sistem kasir yang sesekali terjadi. Store Junior Leader menjelaskan,karyawan selalu diarahkan untuk mendengarkan keluhan dengan baik, menjelaskan duduk perkara secara transparan, memberikan hak harga terendah kepada pelanggan sesuai kebijakan perusahaan,serta menyampaikan permintaan maaf.
la menyebut, koordinasi serah terima tugas antar-shift terus diperkuat agar pembaruan label harga promo berjalan lebih rapi, dan menegaskan bahwa budaya kerja tim yang solid membuat kendala semacam itu biasa diselesaikan dengan cepat.
Promosi Digital Dinilai Lebih Efektif
Dari sisi komunikasi eksternal, promosi melalui aplikasi digital dinilai lebih efisien dibandingkan penyebaran brosur kertas konvensional, karena memudahkan konsumen langsung melakukan pemesanan melalui aplikasi. Temuan ini mengindikasikan adanya pergeseran strategi komunikasi pemasaran ritel ke arah digital, sejalan dengan transformasi layanan yang terus dikembangkan Indomaret untuk memberikan pengalaman belanja yang lebih nyaman bagi konsumen.
Jadi Bahan Evaluasi dan Rekomendasi
Hasil Corporate Visit ini akan dipresentasikan pada sesi Ujian Akhir Semester dan diunggah dalam bentuk dokumentasi ke media sosial sebagai bagian dari luaran tugas mata kuliah Komunikasi Bisnis. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa tentang praktik komunikasi bisnis di sektor ritel, sekaligus menjadi apresiasi atas keterbukaan pihak Indomaret dalam mendukung kegiatan akademik mahasiswa.
Penulis: Ici, Latipah, Aliya, Novisa, Muji, Fauziah