PEKANBARU - Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Bidang Studi Ekonomi FKIP Universitas Riau menunjukkan aksi nyata dalam membangun karakter dan kesehatan generasi muda lewat proyek kepemimpinan bertajuk “Pengembangan Ethnomedicine”.
Kegiatan inspiratif ini digelar pada Kamis (1/5) di Panti Asuhan Takdir Ilahi, dengan melibatkan sepuluh anak panti dalam rangkaian edukatif berbasis kearifan lokal.
Mengusung tema “Pengobatan Tradisional Berbasis Budaya Melayu”, para mahasiswa tak sekadar berbagi pengetahuan, namun juga mengajak anak-anak mengenal kekayaan budaya warisan leluhur yang masih relevan hingga kini.
Mereka menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti jahe, jeruk nipis, dan serai.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi tentang ethnomedicine, dilanjutkan dengan pelatihan meracik jamu tradisional, hingga praktik menanam tanaman obat keluarga (TOGA). Suasana penuh keakraban pun terasa saat anak-anak dengan antusias mencoba membuat ramuan jamu mereka sendiri.
"Rasanya unik, tapi segar,” ungkap salah satu peserta dengan senyum sumringah.
Tidak hanya memberi wawasan baru, kegiatan ini juga membangun rasa percaya diri dan kecintaan anak-anak terhadap budaya mereka sendiri. Interaksi hangat antara mahasiswa dan anak-anak membuat suasana panti lebih hidup, sekaligus menghadirkan cara belajar yang menyenangkan dan bermakna.
Pihak Panti Asuhan Takdir Ilahi menyambut baik inisiatif ini. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini karena mampu mengedukasi dan menghibur anak-anak dalam satu waktu,” ujar pengelola panti. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala untuk memperkaya pengalaman anak-anak di luar kegiatan rutin.
Proyek ini menjadi bukti bahwa mahasiswa PPG bukan hanya dipersiapkan untuk menjadi pendidik di ruang kelas, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial.
Dengan menggabungkan nilai edukatif, budaya lokal, dan pendekatan aplikatif, mereka mampu menyampaikan pesan penting dengan cara yang membumi dan menyentuh.
Melalui kegiatan ini, semangat melestarikan budaya Melayu dalam bidang pengobatan tradisional turut ditanamkan dalam benak generasi muda. Sebuah langkah sederhana namun berdampak besar, yang mencerminkan kepedulian dan semangat kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat. (rilis)