www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Korban Kecelakaan di Riau Nyaris 4.000, Pemprov Mulai Petakan Titik Rawan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


PBBKB Riau Tembus Rp1,12 Triliun, 80 Persen Penerimaan Masih Bertumpu pada Pertamina
Kamis, 08 Oktober 2026 - 18:57:52 WIB
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.(foto: mcr)
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.(foto: mcr)

PEKANBARU - Penerimaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) Provinsi Riau mencapai Rp1,121 triliun hingga September 2026.

Namun, di balik pertumbuhan 20,04 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, struktur penerimaan pajak ini masih menunjukkan ketergantungan yang sangat besar pada satu Wajib Pungut.

Data tersebut terungkap dalam Rapat Rekonsiliasi Data PBBKB Triwulan II dan III sekaligus Sosialisasi Aplikasi e-PBBKB di Ruang Melati Kantor Gubernur Riau, Kamis (8/10/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto mengatakan, penerimaan PBBKB hingga September 2026 meningkat Rp187,2 miliar dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Kenaikan tersebut salah satunya ditopang oleh bertambahnya jumlah Wajib Pungut (Wapu), dari 19 Wapu pada 2025 menjadi 26 Wapu pada 2026.

"Pertumbuhan ini juga didorong oleh bertambahnya jumlah Wajib Pungut dari 19 Wapu pada tahun 2025 menjadi 26 Wapu pada tahun 2026," kata SF Hariyanto.

Meski jumlah Wapu bertambah, kontribusi penerimaan masih terkonsentrasi pada PT Pertamina Patra Niaga.

Hingga September, perusahaan tersebut mencatat pemungutan PBBKB sebesar Rp900,96 miliar, atau sekitar 80,33 persen dari total penerimaan PBBKB Riau.

Besarnya porsi tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Pemprov Riau. Artinya, sebagian besar penerimaan dari sektor pajak bahan bakar masih sangat bergantung pada kinerja satu entitas pemungut.

"Ini tentu perkembangan yang baik dan saya menyampaikan terima kasih atas kerja sama Bapak/Ibu. Ini menunjukkan kontribusi Pertamina Patra Niaga sangat besar," ujar SF Hariyanto.

Pemprov Riau memperkirakan penerimaan PBBKB dapat mencapai Rp1,510 triliun hingga akhir 2026.

Dengan realisasi Rp1,121 triliun sampai September, masih terdapat ruang sekitar Rp389 miliar yang harus dikejar pada tiga bulan terakhir tahun anggaran.

Target tersebut membuat optimalisasi pemungutan menjadi penting, terutama dengan memastikan seluruh transaksi penjualan bahan bakar yang menjadi objek pajak tercatat dan dilaporkan sesuai aktivitas sebenarnya.

Pemprov Riau meminta seluruh Wapu memenuhi kewajiban perpajakan berdasarkan volume transaksi di lapangan.

Pengawasan tidak hanya diarahkan untuk mengejar target, tetapi juga memastikan tidak ada potensi penerimaan daerah yang terlewat.

"Kita masih punya waktu sampai akhir tahun. Saya berharap ruang yang masih ada itu dapat kita optimalkan bersama," ucapnya.

"Bukan dengan membebani dunia usaha, tetapi dengan memastikan apa yang memang menjadi hak daerah dapat kita terima sesuai aktivitas yang sebenarnya," pungkasnya.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Pemprov dan Jasa Raharja bidik titik rawan kecelakaan.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)Korban Kecelakaan di Riau Nyaris 4.000, Pemprov Mulai Petakan Titik Rawan
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.(foto: mcr)PBBKB Riau Tembus Rp1,12 Triliun, 80 Persen Penerimaan Masih Bertumpu pada Pertamina
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/gemini AI/halloriau.com)Hotspot Sumatera Capai Ribuan Sore ini, Riau Cuma 7 Titik Tersebar di 5 Daerah Tapi Kabut Asap Pekat
Jajaran Telkomsel berfoto bersama dalam acara pembukaan program NextDev ke-12 yang mengusung tema AI-Powered Innovations di Jakarta, Kamis (8/10/2026)Telkomsel Kembali Gelar NextDev, Kali Ini Fokus pada Inovasi Berbasis AI
Gedung KPK.(foto: kpk.go.id)Sudah 4 Kali Diperiksa, KPK Kembali Panggil Ketua DPRD Kuansing
  Kabut asap kepung Riau.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)Kabut Asap Riau Makin Mengkhawatirkan, PDPI Ingatkan Risiko Gagal Napas
Kasus ISPA di Riau meningkat akibat kabut asap.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)27.250 Warga Riau Terserang ISPA, Pekanbaru Paling Parah dengan 7.434 Kasus
Jukir liar kembali marak di Kota Pekanbaru.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)Jukir Liar Beraksi Lagi di Pekanbaru, DPRD: Dishub Jangan Tunggu Viral
Agung Toyota Pekanbaru, Riau hari ini, Sabtu (11/7/2026) meluncurkan Toyota New Hilux terbaru mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai di Kedai Kopi Kimteng, Arengka.Toyota Masih Teratas, Ini Angka Lengkap Penjualan Mobil September
ilustrasi AIAQI Jambi 306, Pekanbaru 244, Ini Daftar Kota dengan Udara Terburuk
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved