www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Pelalawan Dikepung 216 Hotspot, Pemprov Riau Mulai Salurkan Masker dan Obat-obatan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Hadapi Ancaman Karhutla September-November, Riau Tambah Peralatan dan Personel
Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:54:14 WIB
Karhutla di Riau.(ilustrasi/int)
Karhutla di Riau.(ilustrasi/int)

PEKANBARU - Pemprov Riau meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memperkuat personel, peralatan pemadaman, hingga dukungan kesehatan bagi petugas dan masyarakat.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Persiapan Audiensi dengan Menteri Kesehatan RI sekaligus Rapat Penanganan Karhutla yang digelar di Ruang Rapat Gubernur Riau, Kantor Gubernur Riau, Minggu (23/8/2026).

Rapat itu menjadi bagian dari strategi Pemprov Riau mengantisipasi peningkatan risiko karhutla pada periode September hingga November.

Wilayah dengan karakteristik lahan gambut, terutama Kabupaten Pelalawan, menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian serius.

Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto mengatakan, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja.

Menurutnya, seluruh unsur harus memiliki kesiapan yang sama agar potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin.

“Kita tidak boleh lengah, terutama menghadapi September, Oktober hingga November yang perlu kita antisipasi bersama," kata SF Hariyanto.

"Karena itu, seluruh kekuatan yang ada harus kita siapkan dan dikerahkan ke lokasi yang membutuhkan penanganan,” sambungnya.

Kalaksa BPBDPK Riau, Edy Afrizal mengungkapkan, kondisi karhutla di Pelalawan masih menjadi perhatian karena terdapat 216 titik panas yang membutuhkan penanganan intensif.

Tantangan pemadaman semakin besar karena sejumlah lokasi berada di kawasan gambut. Kedalaman gambut dan keberadaan vegetasi kering dapat membuat api lebih mudah menjalar maupun bertahan di bawah permukaan.

Persoalan lainnya adalah keterbatasan sumber air. Dalam kondisi tertentu, air yang tersedia di lokasi pemadaman dapat cepat habis sehingga proses pemadaman membutuhkan dukungan logistik tambahan.

“Untuk memperkuat penanganan, peralatan pemadaman dan sumber air terus kita tambah, dari sebelumnya enam unit menjadi sekitar 15 unit," tutur Edy Afrizal.

"Personel juga terus diperkuat melalui kolaborasi Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD dan unsur lainnya,” tambahnya.

Penguatan tersebut menunjukkan bahwa strategi penanganan karhutla Riau tidak hanya diarahkan pada pemadaman ketika api membesar, tetapi juga memastikan dukungan operasional tersedia di lokasi yang berisiko.

Selain aspek pemadaman, Pemprov Riau juga memberi perhatian terhadap risiko kesehatan akibat asap karhutla.

SF Hariyanto meminta kebutuhan perlindungan bagi petugas lapangan dipastikan tersedia, mulai dari masker, obat-obatan hingga oksigen.

Perlengkapan tersebut juga diperlukan untuk membantu masyarakat apabila kualitas udara memburuk akibat kabut asap.

Pemprov Riau disebut telah menyiapkan sekitar 110 ribu masker setiap hari untuk mendukung kebutuhan petugas dan masyarakat terdampak.

Kesiapan kesehatan menjadi penting karena dampak karhutla tidak berhenti pada lokasi kebakaran.

Asap yang terbawa angin dapat menyebar ke wilayah lain dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.

Edy juga menyebut persoalan karhutla di Riau memiliki dimensi lintas wilayah. Berdasarkan pemantauan BMKG, asap yang masuk atau berdampak terhadap wilayah Riau tidak seluruhnya berasal dari kebakaran di dalam provinsi.

Sebagian sebaran asap dapat terbawa angin dari wilayah lain di Sumatera, termasuk Lampung, Sumatera Selatan, dan Jambi.

Kondisi tersebut membuat koordinasi antardaerah menjadi bagian penting dalam pengendalian karhutla.

Pemantauan arah angin, titik panas, kondisi lahan, hingga pergerakan asap perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk menentukan langkah penanganan di lapangan.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Kabut asap selimuti Pelalawan.(ilustrasi/int)Pelalawan Dikepung 216 Hotspot, Pemprov Riau Mulai Salurkan Masker dan Obat-obatan
Bahaya kabut asap gambut.(ilustrasi/halloriau.com)Asap Karhutla di Riau Mengandung Zat Berbahaya, Ahli Beri Peringatan Khusus untuk Ibu Hamil
Semarak momen HUT ke-81 RI dan HUT ke-25 Demokrat di Kota Pekanbaru.(foto: mimi/halloriau.com)HUT ke-25 Demokrat, DPC Pekanbaru Pilih Rayakan dengan Aksi Nyata untuk Masyarakat
Raja Juli Antoni.(foto: int)Bongkar Alur Uang Kasus HPT Kuansing, KPK Bakal Jemput Paksa Stafsus Menhut Raja Juli Antoni
Pemadaman karhutla di Kerumutan, Pelalawan.(foto: int)Karhutla Kerumutan Pelalawan Masih Membara, Tim Gabungan Buka Akses ke Kepala Api
  Pemprov Riau segera lakukan OMC.(ilustrasi/int)Ada Peluang Hujan, BPBD Riau Siapkan Pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca
Karhutla di Riau.(ilustrasi/int)Hadapi Ancaman Karhutla September-November, Riau Tambah Peralatan dan Personel
Ist.Sinergi Perkuat Ketahanan Pangan dan Pengendalian Inflasi, BRK Syariah Tandatangani MoU Layanan Perbankan Bersama PT Riau Pangan Bertuah
Sumbar kumpulkan 1.687 Kg rendang untuk korban gempa NTT.(ilustrasi/int)Solidaritas dari Ranah Minang, Lebih 1,6 Ton Rendang Dikirim untuk Korban Gempa NTT
Yanmar Ateng pimpin FSP NIBA-KSPSI Pekanbaru 2026-2031.(foto: mimi/halloriau.com)Usai Muscab VII, Yanmar Ateng Perkuat Barisan FSP NIBA-KSPSI Pekanbaru
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Warga Oasis Pematang Kapau Semarakkan HUT ke-81 RI
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved