PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau membuka ruang dialog dengan mahasiswa Universitas Riau (Unri) untuk membahas sejumlah aspirasi yang sebelumnya disampaikan melalui aksi demonstrasi.
Audiensi yang digelar di Kantor Gubernur Riau, Selasa (18/8/2026), menjadi momentum bagi pemerintah dan mahasiswa untuk membicarakan berbagai persoalan daerah. Beberapa isu yang dibahas antara lain tata kelola anggaran beasiswa pendidikan serta transparansi alokasi APBD Riau.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menerima langsung perwakilan mahasiswa Unri. Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Pemprov Riau memberikan penjelasan atas berbagai tuntutan mahasiswa sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka.
SF Hariyanto mengatakan, dialog dengan mahasiswa merupakan bagian penting dalam menjaga hubungan antara pemerintah dan kalangan akademisi. Ia bahkan menyebut kedekatannya dengan mahasiswa Unri karena saat ini tengah menjalani pendidikan doktoral di kampus tersebut.
"Alhamdulillah, hari ini kita bisa bertemu secara langsung bersama perwakilan mahasiswa Unri. Kebetulan saya lagi jalani S3 di Unri, artinya kalian ini adek-adek saya. Saya pasti sayang kalian, kita bisa saling menghormati," kata Plt Gubri SF Hariyanto di Kantor Gubernur Riau, Selasa (18/08/2026).
Ia menjelaskan, pertemuan dengan mahasiswa sebelumnya belum terlaksana karena dirinya bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Riau tengah menjalankan agenda kedinasan di Batam.
"Kemarin itu kita tidak bisa ketemu karena tidak tepat waktunya. Saya dan Pak Sekda sedang berada di Batam, menghadiri acara bersama Pak Mendagri," jelasnya.
Menurut SF Hariyanto, penyampaian aspirasi mahasiswa merupakan bagian dari kontrol sosial yang dibutuhkan pemerintah. Masukan tersebut juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan program pembangunan di Riau.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada adik-adik semua yang telah menyampaikan aspirasinya. Semoga hasil audiensi ini dapat adik-adik sampaikan ke teman mahasiswa lainnya," tuturnya.
Di sisi mahasiswa, Presiden Mahasiswa BEM Universitas Riau Muhammad Azhari menyambut baik kesempatan untuk berdialog langsung dengan Pemprov Riau. Ia berharap komunikasi yang sudah terbangun tidak berhenti pada satu kali audiensi.
"Terima kasih atas waktu luang dari Pak Gub. Kami berharap ke depan forum ini bisa kita gelar kembali sehingga tumbuh dialog antara Pemprov dan juga mahasiswa Universitas Riau," terang Muhammad Azhari.
Azhari mengatakan mahasiswa tidak hanya ingin menyampaikan kritik dan aspirasi, tetapi juga siap berkontribusi melalui kajian maupun riset sederhana untuk membantu pemerintah memahami berbagai persoalan di tengah masyarakat.
"Karena banyak keluhan-keluhan tadi yang kami kira mahasiswa bisa membantu dari segi riset sederhana. Paling tidak kami sadar dan bisa menyuarakan," ungkapnya dikutip dari MCRiau.
Ia menegaskan mahasiswa Unri siap membangun sinergi dengan Pemprov Riau selama kerja sama tersebut berorientasi pada kepentingan masyarakat dan keberlanjutan fiskal daerah.
"Kami mahasiswa Unri, selagi itu untuk Pemprov Riau dan juga untuk masyarakat Riau untuk keutuhan fiskal Pemprov, kami siap bersinergi," pungkasnya.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi awal dari komunikasi yang lebih intens antara Pemprov Riau dan mahasiswa. Dengan terbukanya ruang dialog, aspirasi mahasiswa diharapkan dapat disampaikan sekaligus ditindaklanjuti melalui pembahasan yang lebih konstruktif.