www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Cuaca Riau Hari Ini: Siang Panas Terik, Malam Diguyur Hujan Disertai Angin Kencang
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Pemprov Riau Percepat Persiapan REDD+ untuk Masuk Pasar Karbon Internasional
Rabu, 20 Mei 2026 - 08:10:00 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas LHK Provinsi Riau, M Job Kurniawan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas LHK Provinsi Riau, M Job Kurniawan.

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau terus mendorong penguatan inisiatif kebijakan Green for Riau sebagai langkah strategis untuk memasuki pasar karbon global. Dengan luas kawasan hutan mencapai 5,3 juta hektar dan kawasan hidrologi gambut sekitar 4,9 juta hektar, Riau dinilai memiliki potensi besar dalam pengelolaan Nilai Ekonomi Karbon (NEK).

Inisiatif Green for Riau sendiri telah diluncurkan pada Mei 2025 di Pekanbaru sebagai bentuk komitmen daerah dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, M Job Kurniawan mengatakan, kebijakan tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi daerah terhadap Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025.

Menurutnya, regulasi tersebut membuka peluang lebih luas bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam pasar karbon dunia melalui skema internasional yang telah diakui, seperti Verra, Gold Standard, ART-TREES dan Global Carbon Council.

“Perpres ini memperluas akses pelaku usaha dan daerah untuk berpartisipasi dalam pasar karbon global melalui skema yang diakui dunia,” kata Job dalam keterangan resmi, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan, langkah yang dilakukan Pemprov Riau dinilai sejalan dengan kebijakan nasional dalam mendukung pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) sebagaimana diatur dalam Article 6 Paris Agreement.

Saat ini, kata Job, Riau masih berada pada tahap persiapan atau readiness sebelum dapat terhubung ke pasar karbon global. Pada tahap ini, pemerintah daerah tengah mempersiapkan sejumlah dokumen penting sebagai prasyarat.

Beberapa dokumen yang disiapkan antara lain kerangka pengaman kebijakan (Safeguard), Forest Reference Emission Level (FREL), Rencana Aksi Daerah (STRADA), Measurement Reporting and Verification (MRV), serta Benefit Sharing Mechanism (BSM).

“Langkah-langkah ini merupakan tahapan persiapan untuk dapat mengakses pasar karbon dunia,” ujarnya.

Dalam proses tersebut, Pemprov Riau juga menjalin koordinasi dengan Kementerian Kehutanan guna memperoleh dukungan keberlanjutan program UN-REDD Programme.

Selain itu, dukungan pendanaan dan teknis juga datang dari United Nations Environment Programme dan Food and Agriculture Organization.

Job menegaskan, seluruh dukungan dalam tahap persiapan dilakukan sesuai tata kelola yang diatur dalam Perpres Nomor 110 Tahun 2025. Pendanaan yang digunakan dalam penyusunan arsitektur REDD+ tersebut tidak masuk dalam skema hibah ataupun transfer ke APBD Provinsi Riau, melainkan dikelola langsung oleh lembaga donor terkait.

“Provinsi Riau nantinya akan menerima output berupa arsitektur Safeguard, FREL, STRADA, MRV dan BSM sebagai prasyarat untuk terhubung ke pasar karbon global,” jelasnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini Riau belum menerima pembayaran karbon karena masih berada pada tahap readiness. Fokus pemerintah daerah saat ini adalah menuntaskan seluruh arsitektur REDD+ agar dapat terkoneksi dengan mekanisme pasar karbon internasional.

Setelah tahapan persiapan selesai, Riau akan memasuki tahap pre-investment. Pada tahap tersebut, mekanisme penerimaan nilai ekonomi karbon akan disesuaikan dengan ketentuan Perpres Nomor 110 Tahun 2025, seperti perdagangan emisi, pengimbangan emisi, pembayaran berbasis kinerja, hingga pungutan karbon.

“Terkait mekanisme apa yang akan diterapkan nantinya akan ditentukan pada tahap pre-investment dan tetap berpedoman pada regulasi yang berlaku,” pungkasnya.(*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ilustrasi cuaca di Riau pada siang panas bedengkang dan malam berpeluang hujan lebat (foto/ist)Cuaca Riau Hari Ini: Siang Panas Terik, Malam Diguyur Hujan Disertai Angin Kencang
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho.Pemko Pekanbaru Perkuat Pelayanan Publik, Agung Nugroho Turun Langsung ke Kecamatan
ilustrasi.Riau Panas Menyengat, BPBD Waspadai Karhutla di Lahan Gambut
Minyakita di Pekanbaru masih langka.(ilustrasi/int)Janji Manis Disperindag MinyaKita Normal Ternyata Zonk, DPRD Pekanbaru: Ada yang Salah!
‎Rektor Unilak, Prof. Dr. Junaidi (foto/ist)Unilak Resmi Buka Magister Kenotariatan, Pertama dan Satu-Satunya di Riau
  Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas LHK Provinsi Riau, M Job Kurniawan.Pemprov Riau Percepat Persiapan REDD+ untuk Masuk Pasar Karbon Internasional
Partai Golkar.Musda Sudah Selesai, Pengurus Golkar Riau Masih Menanti Keputusan Pusat
Proses evakuasi jasad pegawai PNM yang tenggelam di Sungai Indragiri.(foto: mcr)Hanyut 10 Km, Pegawai PNM yang Hilang di Sungai Indragiri Ditemukan Meninggal Dunia
Harga TBS sawit mitra plasma di Riau pekan ini turun.(ilustrasi/int)Pasar Kernel Lesu, Harga TBS Sawit Kemitraan Plasma di Riau Pekan ini Merosot
Harga TBS sawit swadaya Riau hari ini.(ilustrasi/int)Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Tembus Rp3.857/Kg, Ini Pemicu Utamanya
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved