www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Hujan Ringan Bantu Redam Kebakaran Lahan di Kuala Kampar, Bara Bawah Tanah Masih Membara
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Dokter Obgyn di Riau Belum Merata, Masih Terkonsentrasi di Perkotaan
Rabu, 21 Mei 2025 - 12:10:58 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, drg Sri Sadono Mulyanto (foto/int)
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, drg Sri Sadono Mulyanto (foto/int)

PEKANBARU - Meski jumlah dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) di Provinsi Riau saat ini dinilai sudah mencukupi secara nasional, pemerataan distribusi tenaga medis masih menjadi tantangan besar.

Dari total 146 dokter obgyn yang tercatat, sebagian besar terkonsentrasi di Kota Pekanbaru, meninggalkan sejumlah kabupaten dan daerah terpencil dalam kondisi kekurangan dokter spesialis kandungan.

Itu diakui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, drg. Sri Sadono Mulyanto. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan pedoman Direktorat Perencanaan Tenaga Kesehatan tahun 2022, rasio ideal dokter obgyn adalah 0,02 per 1.000 penduduk. Dengan jumlah penduduk sekitar 6,7 juta jiwa, Riau sebenarnya sudah melampaui angka tersebut.

"Secara angka, jumlah dokter obgyn di Riau sudah cukup. Dengan 146 dokter dan penduduk 6,7 juta, rasionya berada di 0,021. Artinya, kita telah memenuhi kebutuhan berdasarkan standar nasional,” kata Sri Sadono dalam keterangannya pada Sabtu, 17 Mei 2025.

Namun di balik angka yang terlihat ideal, tersembunyi persoalan mendasar: ketimpangan distribusi. Kota Pekanbaru menjadi magnet utama bagi para dokter spesialis, sementara kabupaten-kabupaten lain seperti Indragiri Hilir, Rokan Hulu, dan Kepulauan Meranti masih mengalami kekosongan atau keterbatasan layanan kandungan.

"Masalah kita adalah distribusinya yang tidak merata. Kebanyakan dokter obgyn berkumpul di Pekanbaru, sedangkan daerah-daerah lain kekurangan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, Dinas Kesehatan tidak memiliki kewenangan penuh untuk mendistribusikan para dokter tersebut karena mayoritas bukan pegawai negeri sipil. Banyak dari mereka merupakan tenaga kesehatan profesional yang bekerja secara independen atau di rumah sakit swasta.

“Para dokter ini bukan dokter pemerintah, jadi kita tidak bisa memaksa mereka untuk bertugas di daerah-daerah yang kekurangan,” jelasnya.

Salah satu alasan utama enggannya para dokter untuk bertugas di luar kota adalah terbatasnya peluang membuka praktik mandiri. Di Pekanbaru, misalnya, dokter bisa membuka praktik di beberapa tempat sekaligus, sementara di daerah hanya diperbolehkan praktik di rumah sakit saja.

“Kalau di kota, dokter bisa buka praktik di tiga tempat. Tapi di daerah, peluang praktik di rumah sakit terbatas. Karena di daerah ada daerah yang tidak ada RS swasta yang bisa dijadikan tempat untuk praktik. Ini tentu mempengaruhi minat mereka untuk pindah ke daerah,” tambahnya.

Kondisi ini menunjukkan perlunya strategi jangka panjang untuk memastikan pelayanan kesehatan spesialis bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Riau.

Selain insentif bagi dokter yang bersedia bertugas di daerah, kolaborasi dengan institusi pendidikan dan penyedia layanan kesehatan swasta juga dinilai penting dalam menciptakan solusi berkelanjutan.

Editor: Riki



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Tim Manggala Agni padamkan karhutla di Kuala Kampar.(foto: mcr)Hujan Ringan Bantu Redam Kebakaran Lahan di Kuala Kampar, Bara Bawah Tanah Masih Membara
Jorge Martin juarai sprint race MotoGP Prancis 2026.(foto: int)Sensasi Le Mans! Jorge Martin Menang Sprint Race MotoGP Prancis 2026, Marquez Terlempar di Lap Akhir
Trofeo Mini Soccer dalam rangka HPN yang digelar PWI Riau.(foto: istimewa)Trofeo Mini Soccer HPN 2026 Satukan PWI, PLN dan BRK Syariah di Pekanbaru
Operasi bypass jantung.(ilustrasi/int)RSUD Arifin Achmad Catat Sejarah Baru, Operasi Bypass Jantung Saat Masih Berdetak Sukses
Pemprov Riau gelontorkan dana untuk beasiswa.(ilustrasi/int)Rp62 Miliar Digelontorkan, 3.644 Mahasiswa Riau Dapat Beasiswa 2026
  LAM Riau terus perjuangkan DIR.(foto: int)Naskah 600 Halaman Sudah di DPR, Riau Terus Berjuang Jadi Daerah Istimewa
Wamenpar, Ni Luh Puspa membuka Rakernas II ASITA 2026 di Makassar (foto/ist)ASITA Tegaskan Komitmen Majukan Pariwisata Indonesia Lewat Kolaborasi Nasional
Francesco Bagnaia raih pole di MotoGP Prancis 2026.(foto: int)Dari Q1 ke Front Row! Marquez Tantang Bagnaia di MotoGP Prancis 2026
Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi.(foto: mcr)Di Hadapan Wisudawan Umri, Sekdaprov Riau Soroti Perubahan Pola Pikir Lulusan
Sidak pedagang Minyakita di Pekanbaru menjual di atas HET.(ilustrasi/int)Sidak Harga MinyaKita di Pekanbaru, Polisi Temukan Pedagang Jual di Atas HET
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved