PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir seiring tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Rois SAg, mengingatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar tidak menunggu banjir terjadi untuk mempersiapkan langkah penanganan.
Menurutnya, sejumlah peralatan pendukung harus dipastikan dalam kondisi siap digunakan, terutama di kawasan yang selama ini menjadi langganan banjir.
Peralatan tersebut meliputi alat berat, perahu karet hingga tenda pengungsian yang perlu disiagakan di wilayah rawan genangan.
"Jangan sampai ketika banjir terjadi, peralatan justru belum siap. Ini penting kami ingatkan," sarannya, Jumat (30/10/2026).
Rois menyebutkan, berdasarkan pemetaan Pemko Pekanbaru, Kecamatan Rumbai dan Sail menjadi dua wilayah yang paling berpotensi mengalami banjir dari 15 kecamatan di Kota Pekanbaru.
Bahkan, luapan air di kedua kawasan tersebut berisiko masuk ke permukiman warga. Kondisi ini tidak terlepas dari letak geografisnya yang berada di sekitar aliran Sungai Siak dan Sungai Sail.
Luapan sungai berpotensi menjadi salah satu pemicu banjir, terutama ketika curah hujan meningkat. Terlebih, dalam beberapa waktu terakhir hujan kerap mengguyur Pekanbaru hampir setiap petang hingga malam hari.
Karena itu, Rois meminta seluruh OPD terkait memperkuat koordinasi dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir.
Instansi yang perlu dilibatkan antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pekanbaru, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Sosial hingga OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.
Menurutnya, kesiapsiagaan lintas instansi sangat penting agar penanganan banjir dapat dilakukan lebih cepat dan dampaknya terhadap masyarakat bisa diminimalkan.
"Kita harapkan, jika pun terjadi banjir, jangan sampai memakan korban. Kita minta masyarakat juga tetap waspada," tegasnya.
Selain meminta pemerintah meningkatkan kesiapan, Rois turut mengimbau masyarakat agar aktif berkoordinasi dengan perangkat lingkungan setempat.
Warga diminta memanfaatkan peran RT dan RW untuk segera melaporkan kepada pihak kelurahan maupun kecamatan apabila terjadi kenaikan debit air atau muncul genangan secara tiba-tiba.
"Tentunya kita berharap, dengan koordinasi dan kesiapan seluruh pihak, penanganan banjir bisa lebih cepat. Sehingga risiko terhadap keselamatan warga bisa ditekan," terangnya.