PEKANBARU – Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau, Senin (19/10/2026), meskipun jumlah titik panas (hotspot) di wilayah tersebut terpantau minim berdasarkan pemantauan yang disampaikan BMKG Pekanbaru.
Kondisi ini membuat kualitas udara di Kota Pekanbaru masih berada dalam kategori tidak sehat. Berdasarkan pantauan Halloriau.com pada pukul 14.00 WIB, konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat mencapai 101,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Partikulat PM2.5 merupakan partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan dalam konsentrasi tinggi berisiko mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Alfa Nataris, menyampaikan bahwa potensi kekaburan udara akibat asap masih terjadi di sejumlah wilayah Riau sepanjang hari. Kondisi cuaca diprakirakan didominasi awan, dengan peluang hujan ringan hingga sedang di beberapa kabupaten dan kota.
Pada siang hari, potensi kekaburan udara akibat asap masih berlanjut. Hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Pelalawan, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Kepulauan Meranti.
Pada sore hingga malam serta dini hari, kondisi udara berkabut asap masih berpotensi terjadi. Meski demikian, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan turun di sebagian besar wilayah Riau.
Di tengah kondisi kabut asap, BMKG juga mengingatkan masyarakat terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Pada sore hingga malam hari, cuaca ekstrem tersebut berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kota Dumai, Siak, Bengkalis, dan Kampar.
Sementara itu, pada dini hari, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Pelalawan, Kuantan Singingi, dan Indragiri Hulu.
Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, terutama saat beraktivitas di luar ruangan maupun ketika berkendara.
BMKG juga memperkirakan suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 55–100 persen. Angin bertiup dari arah barat laut hingga selatan dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam.
Adapun tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau masuk kategori rendah.
Meski hujan berpotensi turun di sejumlah wilayah, masyarakat tetap perlu mewaspadai kabut asap yang masih mengganggu kualitas udara, terutama di Kota Pekanbaru.
Warga disarankan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menggunakan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus saat berada di luar, serta memantau informasi kualitas udara dan perkembangan cuaca secara berkala.
Kondisi ini menunjukkan bahwa minimnya titik panas yang terpantau tidak serta-merta membuat kualitas udara langsung membaik. Pergerakan asap, kondisi atmosfer, dan sumber polusi lainnya juga dapat memengaruhi konsentrasi partikulat di suatu wilayah.