PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan menindaklanjuti secara bertahap 649 laporan masyarakat terkait ijazah siswa yang masih tertahan di sekolah.
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan laporan tersebut akan terlebih dahulu diverifikasi untuk memastikan kondisi ekonomi keluarga siswa sebelum pemerintah memberikan bantuan. Verifikasi juga mencakup pengecekan langsung ke lapangan.
Persoalan ijazah tertahan tersebut dilaporkan terjadi tidak hanya di sekolah swasta, tetapi juga di sejumlah sekolah negeri. Hal itu disampaikan Agung dalam rapat koordinasi bersama para camat di Kantor Kecamatan Senapelan, Rabu (23/9/2026).
Agung mengatakan Pemko Pekanbaru tidak akan serta-merta memberikan bantuan kepada seluruh laporan yang masuk. Kondisi ekonomi keluarga akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan bentuk bantuan yang diberikan.
"Terlebih dahulu, kita lihat apakah anak yang ijazahnya tertahan ini orangtuanya betul-betul tidak mampu. Ini akan dilakukan survei lapangan. Jangan sampai ada yang punya uang, tapi tidak mau nebus," tegas Agung, Kamis (24/9/2026).
Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Pemko Pekanbaru akan berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pekanbaru. Bantuan melalui Baznas akan diberikan kepada siswa yang memenuhi ketentuan sebagai penerima zakat.
Sementara itu, bagi keluarga kurang mampu yang tidak memenuhi kriteria penerima zakat, Pemko Pekanbaru akan mengupayakan penanganannya melalui pemerintah kota.
"Jadi mana yang bisa dibantu Baznas sesuai ketentuan penerima zakat, itu akan dibantu Baznas. Mana yang tidak, maka akan ditanggulangi oleh pemerintah kota," jelas Agung.
Pemko Pekanbaru menargetkan penanganan 649 laporan tersebut dapat diselesaikan pada 2026. Penyelesaian tahap awal akan difokuskan pada laporan yang sudah masuk, sementara pemerintah masih membuka ruang bagi masyarakat yang ingin melaporkan kasus serupa.
Langkah verifikasi dan survei lapangan dilakukan agar bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga dan tepat sasaran.