PEKANBARU – Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk pada Selasa (15/9/2026) pagi. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat mencapai 143,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 08.00 WIB, sehingga masuk dalam kategori sangat tidak sehat.
Kondisi ini menjadi perhatian setelah kualitas udara Pekanbaru sebelumnya sempat memburuk drastis pada Senin (14/9/2026) malam. Konsentrasi PM2.5 bahkan mencapai 253,4 µg/m³ sekitar pukul 22.00 WIB atau berada pada kategori berbahaya.
Polusi udara juga masih bertahan hingga Selasa pagi. Berdasarkan pemantauan kualitas udara, konsentrasi PM2.5 pada periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB berada di kisaran 175 hingga 226 µg/m³. Kondisi tersebut ditandai warna merah yang menunjukkan kategori sangat tidak sehat.
Dikutip dari MCRiau, tak hanya PM2.5, partikulat PM10 juga tercatat tinggi. Pada pukul 08.00 WIB, konsentrasi PM10 mencapai 248,6 µg/m³. Sementara itu, konsentrasi sulfur dioksida (SO₂) berada pada angka 14,9 µg/m³.
Memburuknya kualitas udara tersebut terjadi ketika potensi udara kabur akibat asap masih diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Riau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi udara kabur akibat asap berpotensi berlangsung sejak pagi hingga dini hari.
Dalam Info Prakiraan Cuaca dan Hotspot Provinsi Riau, BMKG memprakirakan udara pada pagi hingga siang hari berada dalam kondisi kabur hingga berawan. Potensi kekaburan akibat asap atau smoke dinilai dapat menyebabkan penurunan jarak pandang sekaligus memengaruhi kualitas udara.
Potensi tersebut belum sepenuhnya berakhir pada sore dan malam hari. Udara diprakirakan kabur hingga cerah berawan dengan kemungkinan asap kembali memengaruhi jarak pandang dan kualitas udara.
Memasuki dini hari, kondisi udara diprakirakan kembali kabur hingga berawan. Potensi kekaburan akibat asap juga masih ada.
Forecaster On Duty BMKG, Yudhistira M, mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat karena asap dapat berdampak langsung terhadap jarak pandang dan kualitas udara.
"Berpotensi terjadi kekaburan udara akibat asap (smoke) yang dapat menyebabkan penurunan jarak pandang dan kualitas udara," kata Yudhistira.
Meski potensi asap masih terjadi, BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Riau pada Selasa.
Untuk kondisi cuaca secara umum, suhu udara di Riau diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius. Kelembapan udara berkisar antara 45 hingga 99 persen.
Sementara itu, angin diprakirakan bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam.
Tingginya konsentrasi PM2.5 dan PM10 di Pekanbaru, ditambah potensi asap yang masih berlangsung, membuat kondisi kualitas udara perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.