PEKANBARU - Upaya memperkuat pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru mulai menyasar lingkungan perguruan tinggi. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Riau (Unri) mendorong agar stasiun pengumpulan dan pemilahan sampah atau Waste Station turut dibangun di lingkungan kampus.
Saat ini, sejumlah Waste Station telah tersedia di beberapa lokasi di Kota Pekanbaru. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu proses pengumpulan dan pemilahan sampah sejak dari sumbernya sebelum dibawa ke tempat pemrosesan akhir (TPA).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, menyambut baik keterlibatan mahasiswa dalam upaya pengelolaan sampah. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis untuk menyebarkan pengetahuan dan praktik pengelolaan sampah kepada masyarakat.
"Ini sangat besar manfaatnya, apabila kita bergerak terkait lingkungan, dengan melibatkan mahasiswa. Maka itu perlu memberikan pemahaman ke mahasiswa Unri, seperti sampah dari hulu ke hilirnya sampai ke TPA," ujar Reza.
Menurut Reza, edukasi kepada mahasiswa tidak hanya penting untuk meningkatkan kesadaran di lingkungan kampus, tetapi juga diharapkan dapat diterapkan ketika mahasiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Menanggapi usulan mahasiswa agar Waste Station dibangun di lingkungan Unri, Reza mengatakan DLHK menyambut baik gagasan tersebut. Pemerintah Kota Pekanbaru, menurutnya, terbuka untuk berkolaborasi dengan pihak kampus apabila tersedia lahan yang dapat digunakan.
"Permintaan mereka (mahasiswa) terhadap Waste Station dilakukan di kampus Unri, kami sangat menyambut baik. Tentunya kami senang. Kalau memang seandainya ada lahan yang bisa dipergunakan untuk pembangunan Waste Station," kata Reza, Rabu (19/8/2026).
Namun, sebelum pembangunan dilakukan, DLHK akan terlebih dahulu memastikan status dan kesiapan lahan. Hal ini dinilai penting karena Waste Station yang direncanakan bersifat permanen sehingga tidak mudah dipindahkan.
"Tapi yang pastinya terhadap lahan tersebut kita harus clearkan dulu, jangan sampai ada permasalahan. Karena ini bentuknya kan permanen. Nanti ketika ini dibangun, jangan sampai pindah-pindah, tidak bagus," jelasnya.
Reza mengatakan DLHK selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak Unri untuk membahas lokasi dan kesiapan pembangunan fasilitas tersebut.
"Nanti kami akan kerjasama dengan Unri terhadap tempat, kalau mereka berkenan, tidak tertutup kemungkinan di UNRI kita bangun satu untuk Waste Station. Insyaallah tahun ini mudah-mudahan kita segerakan. Tapi intinya kita clearkan lahan dulu," tutupnya.
Rencana pembangunan Waste Station di lingkungan Unri diharapkan menjadi langkah konkret untuk memperkuat budaya pemilahan sampah dari sumbernya. Selain mendukung kebersihan kampus, fasilitas tersebut juga berpotensi menjadi sarana edukasi lingkungan bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar.