PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru kembali menggulirkan program bantuan seragam sekolah gratis bagi seluruh peserta didik baru jenjang SD dan SMP negeri pada tahun ajaran 2026. Kebijakan ini ditujukan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan yang setara tanpa terbebani biaya seragam.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, mengatakan sebanyak 9.800 siswa baru sekolah dasar akan menerima bantuan tiga setel seragam yang terdiri atas seragam merah putih, pramuka, dan pakaian olahraga.
"Untuk SD, itu ada kita siapkan untuk 9.800 siswa baru. Ini akan kita beri baju seragam tiga stel. Merah putih, pramuka dan baju olahraga. Itu untuk semua siswa baru di sekolah negeri, baik untuk siswa yang mampu dan tidak mampu. Itu daftar (9.800) siswa baru kita. Jadi kita beri untuk seluruh siswa baru," terang Jamal, Selasa (4/8/2026).
Selain seragam sekolah, Pemko Pekanbaru juga menyiapkan bantuan perlengkapan belajar bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu. Sebanyak 1.500 siswa SD yang masuk melalui jalur afirmasi akan menerima tambahan bantuan berupa tas sekolah dan buku tulis.
"Tambahan untuk siswa yang afirmasi atau kurang mampu, itu ada 1.500 orang, itu akan kita beri peralatan sekolah tambahannya. Peralatan sekolah, tas dan buku. Itu tambahan untuk peserta didik jalur afirmasi," jelasnya dikutip dari MCRiau.
Program serupa juga diterapkan di jenjang SMP negeri. Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru mengalokasikan bantuan seragam gratis bagi 11.000 siswa baru. Setiap siswa akan memperoleh tiga setel seragam yang terdiri atas pakaian putih biru, pramuka, dan pakaian olahraga.
Tak hanya itu, sebanyak 1.500 siswa SMP dari keluarga kurang mampu yang masuk melalui jalur afirmasi juga akan menerima bantuan perlengkapan sekolah. Data calon penerima telah diverifikasi oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru agar bantuan tepat sasaran.
Saat ini, proses pengukuran seragam tengah dilakukan di seluruh sekolah penerima program dan dijadwalkan berlangsung sepanjang Agustus 2026. Pengukuran tersebut bertujuan agar seragam yang diproduksi sesuai dengan ukuran masing-masing peserta didik.
Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menargetkan seluruh seragam dan perlengkapan sekolah gratis sudah dapat didistribusikan secara merata paling lambat pada Oktober 2026 sehingga siswa baru dapat segera mengenakan seragam resmi tanpa harus menunggu lebih lama.
Untuk memastikan program berjalan sesuai ketentuan, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru juga akan memperketat pengawasan di seluruh satuan pendidikan. Abdul Jamal menegaskan sekolah tidak diperbolehkan melakukan pengukuran maupun menjual seragam kepada peserta didik secara mandiri.