PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru menegaskan komitmennya memastikan seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan tanpa terkendala biaya maupun keterbatasan daya tampung sekolah negeri.
Melalui program Zero Putus Sekolah, Pemko Pekanbaru menanggung penuh biaya pendidikan siswa yang bersekolah di puluhan SMP swasta dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang telah menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah.
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan bahwa program pendidikan gratis yang dijalankan pemerintah tidak hanya berlaku bagi siswa sekolah negeri, tetapi juga mencakup sekolah swasta dan madrasah mitra yang telah terintegrasi dalam sistem penerimaan murid baru.
"Jadi orang tua tidak perlu risau soal biaya sekolah anak. Kalau tidak lulus atau tidak tertampung di sekolah negeri, bisa masuk ke sekolah swasta yang sudah bekerja sama dengan Pemko Pekanbaru dan biayanya ditanggung penuh oleh pemerintah," kata Wako, Kamis (25/6/2026).
Menurut Agung, kebijakan tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjamin hak pendidikan setiap anak di Kota Pekanbaru. Ia memastikan tidak boleh ada siswa yang gagal melanjutkan pendidikan hanya karena alasan ekonomi atau tidak mendapatkan kursi di sekolah negeri.
Saat ini, Pemko Pekanbaru telah menggandeng 23 SMP swasta yang tersebar di berbagai wilayah kota sebagai mitra pelaksana program. Selain itu, pemerintah juga bekerja sama dengan Kementerian Agama untuk membuka akses pendidikan di tingkat Madrasah Tsanawiyah.
"Kami juga bekerja sama dengan Kementerian Agama. Ada 15 MTs yang biayanya masuk dalam tanggungan Pemko Pekanbaru. Jadi intinya tidak ada yang boleh tidak sekolah," tegasnya.
Program ini sekaligus menjadi solusi atas tingginya persaingan masuk sekolah negeri yang setiap tahun menyebabkan sebagian calon siswa tidak tertampung. Dengan dukungan sekolah swasta dan madrasah mitra, seluruh anak Pekanbaru diharapkan tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tanpa hambatan.
Agung menyebut program Zero Putus Sekolah merupakan salah satu prioritas Pemko Pekanbaru dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menciptakan generasi yang lebih siap menghadapi masa depan.
"Intinya tidak boleh ada anak Pekanbaru yang putus sekolah. Kami siapkan jalurnya, kami siapkan sekolahnya, dan kami tanggung biayanya. Itulah program Zero Putus Sekolah yang sedang kami jalankan," jelas Wako Agung dikutip dari pekanbaru.go.id.
Melalui program tersebut, Pemko Pekanbaru berharap tidak ada lagi anak yang kehilangan kesempatan belajar akibat keterbatasan biaya maupun kuota sekolah negeri. Pemerintah juga memastikan seluruh sekolah mitra yang telah bekerja sama siap menampung siswa yang membutuhkan akses pendidikan.
Sebanyak 23 SMP swasta dan 15 MTs kini menjadi bagian dari program pendidikan gratis Pemko Pekanbaru, membuka peluang lebih luas bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan dan mewujudkan target nol anak putus sekolah di Kota Bertuah.