PEKANBARU - Kebijakan parkir gratis di depan gerai Alfamart dan Indomaret di Kota Pekanbaru tidak serta-merta mematikan mata pencaharian juru parkir (Jukir).
Pemko Pekanbaru justru menyiapkan skema pemberdayaan ekonomi agar para jukir bertransformasi menjadi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sebanyak 374 gerai ritel modern di Pekanbaru menjadi bagian dari program ini.
Para jukir yang sebelumnya bertugas di depan gerai Alfamart dan Indomaret akan mendapatkan pelatihan kewirausahaan, sekaligus fasilitas lapak usaha gratis yang disediakan langsung oleh pihak ritel modern.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Pemko Pekanbaru dengan pengelola Alfamart dan Indomaret yang ditandatangani pada akhir Desember 2025 lalu.
Tak Kehilangan Penghasilan, Jukir jadi Naik Kelas
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho menegaskan, kebijakan parkir gratis dirancang beriringan dengan jaminan masa depan para jukir.
“Lewat MoU ini, Alfamart maupun Indomaret wajib merekrut jukir sesuai SOP. Tidak ada yang ditinggalkan,” ujar Agung Nugroho, Kamis (15/1/2026).
Menurutnya, para jukir akan dibekali kemampuan berwirausaha agar dapat mengelola lapak UMKM yang berada tepat di depan gerai ritel modern tersebut.
“Mereka nantinya mengelola lapak yang diberikan secara gratis, sehingga bisa berjualan secara mandiri dan berkelanjutan,” tambahnya.
Keluarga Jukir Juga Dilibatkan
Tidak hanya jukir yang bersangkutan, Pemko Pekanbaru juga membuka peluang bagi anggota keluarga jukir untuk mengelola lapak UMKM tersebut.
Skema ini diharapkan memperluas dampak ekonomi sekaligus menjaga stabilitas pendapatan rumah tangga.
“Yang mengelola UMKM bukan hanya bekas jukir, keluarganya juga bisa ikut mengelola. Artinya kebijakan parkir gratis ini tidak merugikan siapa pun,” tegasnya.
Seiring Peralihan Retribusi ke Pajak Parkir
Politisi Partai Demokrat ini menjelaskan, kebijakan parkir gratis di depan ritel modern merupakan bagian dari reformasi sistem parkir, yakni peralihan dari retribusi parkir ke pajak parkir.
Dengan skema baru ini, pemerintah tetap memperoleh pendapatan daerah, sementara masyarakat diuntungkan oleh parkir gratis dan jukir mendapatkan peluang ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Dorong Ekonomi Kerakyatan di Ruang Publik
Program ini dinilai sebagai model inklusif dan berkeadilan, karena memadukan kepentingan pemerintah, pelaku usaha ritel, masyarakat, dan pekerja sektor informal.
Transformasi jukir menjadi pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mengurangi gesekan sosial akibat kebijakan parkir gratis, tetapi juga mendorong ekonomi kerakyatan di ruang publik Pekanbaru.