PEKANBARU - Di balik gemerlap pembangunan Kota Pekanbaru, masih ada satu wilayah yang selama ini nyaris terlupakan yakni Kelurahan Melebung, Kecamatan Tenayan Raya.
Jaraknya hanya dua jam dari pusat pemerintahan, namun akses menuju ke sana begitu sulit hingga seolah berada jauh dari hiruk-pikuk kota.
Kondisi itulah yang mendorong Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho bersama Wakil Walikota, Makarius Anwar turun langsung menyusuri jalan berlumpur dan berbatu menggunakan motor trail, demi menembus wilayah yang disebutnya sebagai 'salah satu kelurahan paling terisolir di Kota Bertuah.'
"Bayangkan, ini masih wilayah Pekanbaru, tapi untuk ke sini butuh dua jam lebih. Jalurnya pun harus memutar lewat Maredan. Karena itu kami mencari akses tercepat, dan jalur inilah yang nantinya akan kita bangun agar warga Melebung bisa lebih cepat terhubung ke kota," ujar Agung.
Rombongan yang terdiri dari Pj Sekdako Zulhelmi Arifin, asisten, serta seluruh kepala OPD turut mendampingi Agung dalam kunjungan kerja tersebut. Mereka disambut hangat oleh warga dan Forkopimcam Tenayan Raya di halaman SDN 135 Pekanbaru.
Agung mengatakan, kehadirannya kali ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang selama ini sulit dijangkau.
Dengan membawa seluruh kepala OPD, ia ingin agar setiap persoalan warga bisa langsung direspon di tempat.
"Kami ingin masyarakat Melebung merasakan pelayanan yang nyata, bukan hanya laporan di atas meja. Kepala OPD saya minta langsung turun, menjawab, dan menindaklanjuti kebutuhan masyarakat," tegasnya.
Salah satu perhatian besar dalam kunjungan ini adalah sektor pendidikan. Menurut Agung, Melebung sebelumnya tidak memiliki PAUD maupun TK, sehingga anak-anak di wilayah tersebut tidak memiliki akses pendidikan dini.
"Alhamdulillah sekarang sudah ada PAUD yang kita dirikan dengan 30 sampai 40 anak didik. Ini adalah kelurahan terakhir dari 83 kelurahan di Pekanbaru yang kini sudah memiliki PAUD. Kami ingin memastikan seluruh anak mendapatkan hak belajar sejak usia dini," terang Agung.
Selain itu, Agung juga menjanjikan pembangunan jalan baru, perbaikan masjid, pemasangan lampu penerangan jalan, serta rencana pendirian SMP di wilayah tersebut.
Menurutnya, pemerintah kota akan memanfaatkan salah satu bangunan kosong di Melebung untuk dijadikan sekolah menengah pertama agar anak-anak tidak perlu jauh-jauh menempuh pendidikan.
"Mereka sudah minta dan kita penuhi tahun ini. Jalan, masjid, dan lampu jalan semua masuk program. Termasuk nanti SMP, supaya anak-anak Melebung bisa tetap sekolah di kampungnya sendiri," katanya.
Agung juga mengapresiasi soliditas OPD Pemko Pekanbaru yang terus mendukung pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pinggiran. Ia menegaskan, pembangunan Pekanbaru tidak boleh hanya berpusat di kota.
"Pekanbaru ini milik kita bersama. Tidak boleh ada wilayah yang tertinggal. Semua masyarakat berhak mendapatkan pelayanan dan perhatian yang sama," tutupnya.(adv)