PEKANBARU - Kawanan beruang madu mendatangi lokasi penangkaran lebah madu milik petani yang berada di areal kebun sawit warga di Desa Penarikan, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau. Beruang itu juga merusak sejumlah kotak yang digunakan untuk penangkaran lebah madu tersebut.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau juga telah menerima laporan mengenai kedatangan beruang madu itu. Tim Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I langsung diturunkan melakukan mitigasi agar tidak terjadi konflik.
"Tim melakukan pengecekan dan pemeriksaan lokasi tempat kejadian. Berdasarkan temuan jejak dan kerusakan pada kotak lebah madu. Tim menganalisa bahwa dugaan kuat memang akibat adanya aktivitas beruang madu di sekitar lokasi tersebut," kata Plt Kepala BBKSDA Riau, Fifin Arfiana Jogasara, Sabtu (4/6/2022).
Fifin mengatakan, hal ini juga diperkuat juga dengan hasil rekaman kamera pemantau yang dikirim pelapor. Dan berdasarkan keterangan penjaga kotak lebah madu itu, ada tiga ekor beruang yang selalu menyatroni lokasi.
"Dalam dua minggu ini sudah datang empat kali. Sehingga membuat resah para penjaga dan petani lebah madu tersebut," ujarnya.
Fifin melanjutkan, pihak desa dan juga petani lebah madu meminta agar tim menangkap beruang madu tersebut agar tidak terjadi korban baik dari masyarakat maupun beruang madu.
"Untuk mengantisipasi hal tersebut, tim menyampaikan agar dilakukan pemagaran menggunakan seng dengan posisi alur seng berdiri dan rapat serta memasang bunyi-bunyian dari kaleng bekas susu yang diikat ke sekeliling tempat penyimpanan kotak lebah," ujarnya.
"Hal itu juga untuk mencegah beruang memanjat atau masuk ke lahan penyimpanan kotak lebah madu tersebut. Tim meminta agar warga tidak anarkis terhadap satwa yang dilindungi karena dapat dikenai sanksi hukum," imbuhnya.
Fifin mengatakan, dalam melakukan mitigasi itu, tim juga mengimbau agar warga selalu berkoordinasi dengan pihak Balai Besar KSDA Riau dalam penanganan konflik satwa dilindungi.
Penulis: Bayu
Editor: Ardian