PEKANBARU – Sebaran titik panas atau hotspot di wilayah Riau terpantau sebanyak tiga titik pada Jumat (6/11/2026) sore.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hotspot tersebut berada di Kabupaten Siak dan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Bella Rizky Adelia, menyampaikan bahwa jumlah hotspot di wilayah Sumatera secara keseluruhan mencapai 81 titik.
Dari jumlah tersebut, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan konsentrasi titik panas tertinggi, yakni 44 titik.
Sementara itu, Riau menyumbang tiga titik panas atau sekitar 3,7 persen dari total hotspot Sumatera yang terpantau pada sore tersebut.
Berdasarkan data BMKG Pekanbaru, tiga hotspot yang terdeteksi di Riau tersebar di dua kabupaten.
Kabupaten Indragiri Hulu tercatat memiliki dua titik panas, sedangkan Kabupaten Siak satu titik.
Temuan ini menunjukkan aktivitas hotspot di Riau masih terpantau, meskipun jumlahnya relatif kecil dibandingkan beberapa provinsi lain di Sumatera.
Sebaran hotspot di Sumatera pada Jumat sore didominasi Sumatera Selatan dengan 44 titik. Jambi berada di urutan berikutnya dengan 20 titik panas.
Adapun provinsi lain yang turut mencatat hotspot yakni Bangka Belitung sebanyak tujuh titik, Lampung enam titik, dan Aceh satu titik.
Keberadaan hotspot merupakan indikasi titik dengan anomali suhu yang terdeteksi melalui pemantauan satelit.
Namun, temuan tersebut tidak serta-merta memastikan adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Verifikasi lapangan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya, termasuk menentukan apakah titik panas berkaitan dengan kebakaran vegetasi atau sumber panas lainnya.
Di Riau, keberadaan hotspot di Siak dan Indragiri Hulu menjadi bagian dari pemantauan kondisi lingkungan yang perlu diperhatikan, terutama dalam upaya mengantisipasi potensi karhutla.
Data tersebut merupakan hasil pemantauan BMKG Pekanbaru pada Jumat sore dan menggambarkan kondisi hotspot pada waktu pengamatan tersebut.