PEKANBARU – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kabut asap di Riau menjadi sorotan mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak) dan Universitas Islam Riau (UIR).
Ratusan mahasiswa menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Riau, Selasa (20/10/2026), mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 14.30 WIB itu menyoroti dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, termasuk ancaman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada anak-anak dan orang dewasa.
Mahasiswa menilai respons pemerintah belum memadai di tengah persoalan kualitas udara yang masih mengganggu kehidupan warga.
Massa menyampaikan tuntutan melalui orasi menggunakan mobil komando dan pengeras suara. Aparat kepolisian mengawal jalannya demonstrasi.
Hingga berita ini ditulis, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto masih belum menemui mahasiswa.
Pejabat pemerintah daerah juga belum terlihat hadir untuk berdialog dengan massa yang masih bertahan di lokasi.
Selain penanganan karhutla dan kabut asap, mahasiswa mempertanyakan kejelasan program beasiswa.
Mereka meminta pemerintah memberikan penjelasan terbuka mengenai persoalan tersebut agar mahasiswa memperoleh kepastian atas program pendidikan yang menjadi perhatian mereka.
Dalam aksi itu, mahasiswa juga menggunakan ekspresi seni sebagai sarana menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Mereka menginginkan aspirasi yang disuarakan tidak sekadar diterima, tetapi ditindaklanjuti melalui kebijakan dan langkah yang dapat diukur.
Mahasiswa mendesak Pemerintah Provinsi Riau segera memperkuat penanganan karhutla, mengendalikan dampak kabut asap, serta memberikan kepastian mengenai program beasiswa.