PEKANBARU – Sebanyak 1.181 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Sumatera pada Selasa (20/10/2026) sore.
Sebaran terbesar berada di Sumatera Selatan dengan 947 titik, sedangkan Provinsi Riau mencatat empat titik panas yang tersebar di Kabupaten Siak dan Indragiri Hilir.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Mari Frystine menyampaikan, dari total hotspot di Sumatera, Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi.
Selain Sumatera Selatan, titik panas juga terpantau di Lampung sebanyak 106 titik, Jambi 83 titik, Bangka Belitung 32 titik, Sumatera Barat enam titik, serta Bengkulu tiga titik.
"Sementara itu, empat hotspot yang terdeteksi di Riau terdiri dari satu titik di Kabupaten Siak dan tiga titik di Kabupaten Indragiri Hilir," ucapnya.
Meski jumlah titik panas di Riau relatif kecil dibandingkan provinsi lain, pemantauan tetap diperlukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama apabila kondisi cuaca kering mendukung munculnya api.
Data hotspot merupakan indikator awal yang perlu ditindaklanjuti melalui verifikasi lapangan. Keberadaan titik panas tidak serta-merta memastikan terjadinya kebakaran, sehingga informasi lanjutan mengenai tingkat kepercayaan deteksi dan kondisi lapangan diperlukan untuk menentukan langkah penanganan.