www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Anugerah LKTJ Ali Kelana
Berita Akurat Kalah Cepat dari Konten Viral, PWI Riau Siapkan Forum Khusus
Senin, 14 September 2026 - 19:07:47 WIB
Ketua PWI Riau, H Raja Isyam Azwar.(istimewa)
Ketua PWI Riau, H Raja Isyam Azwar.(istimewa)

PEKANBARU - Tantangan terbesar datang dari perubahan perilaku masyarakat yang semakin cepat mengonsumsi informasi melalui media sosial, sementara produk jurnalistik yang mengandalkan verifikasi dan akurasi harus berhadapan dengan konten viral yang diproduksi tanpa standar jurnalistik.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau akan mengangkat persoalan tersebut dalam diskusi bertajuk “Tantangan dan Masa Depan Pers Riau” di Pekanbaru, Selasa (15/9/2026).

Diskusi ini menjadi bagian dari rangkaian pengumuman dan pemberian penghargaan Lomba Karya Tulis Jurnalistik (LKTJ) Ali Kelana 2026, yang didukung PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Ketua PWI Riau, H Raja Isyam Azwar mengatakan, forum tersebut sengaja diarahkan untuk membedah masa depan pers dari dua sisi sekaligus, yakni kualitas karya jurnalistik dan kemampuan industri media bertahan menghadapi perubahan ekosistem informasi.

“Diskusi ini penting untuk membedah tantangan pers Riau ke depan termasuk kaitannya dengan kualitas karya jurnalistik yang dihasilkan,” kata Raja Isyam, didampingi Sekretaris PWI Riau N Doni Dwi Putra dan sejumlah pengurus PWI Riau, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat masyarakat kini memiliki banyak pilihan sumber informasi.

Pers arus utama tidak lagi menjadi satu-satunya pintu bagi masyarakat untuk mendapatkan berita.

Masalahnya, kecepatan distribusi informasi di media sosial kerap tidak diikuti proses konfirmasi dan verifikasi.

Kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi media yang tetap mempertahankan prinsip jurnalistik, tetapi harus bersaing mendapatkan perhatian publik dalam ruang digital yang sangat cepat.

Raja mempertanyakan apakah publik masih menempatkan akurasi sebagai pertimbangan utama ketika memilih informasi.

“Benarkah masyarakat lebih percaya kerja serius pers atau hanya mencari konten viral yang dikerjakan tanpa verifikasi dan akurasi yang ketat?” ujarnya.

Raja menilai persoalan pers saat ini tidak cukup dijawab dengan memperbanyak produksi berita. Media juga dituntut mampu mempertahankan kualitas sekaligus beradaptasi dengan pola konsumsi informasi masyarakat.

Di Riau, pertumbuhan media berbasis internet berlangsung cukup pesat. Namun, pertumbuhan jumlah media tersebut belum otomatis diikuti penguatan kualitas maupun keberlanjutan bisnis media.

Pendapatan dari iklan, advertorial dan sumber pemasukan konvensional menghadapi tekanan. Pada saat yang sama, media harus terus berinvestasi pada sumber daya manusia, teknologi dan produksi konten.

Situasi tersebut membuat masa depan pers berada pada persimpangan. Media dituntut cepat mengikuti perubahan digital, tetapi tidak boleh mengorbankan prinsip dasar jurnalistik hanya demi mengejar trafik dan popularitas.

Karena itu, diskusi PWI Riau diharapkan tidak berhenti pada pemetaan persoalan, tetapi juga menghasilkan gagasan mengenai strategi agar pers tetap memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat.

Raja mengatakan pembahasan akan dilakukan secara komprehensif untuk melihat persoalan yang dihadapi pers sekaligus mencari jalan keluar.

“Akan dibedah secara komprehensif tentang masalah dan tantangan apa yang ada dan bagaimana mencari solusinya agar pers Riau, juga Indonesia secara umum, tetap hidup dan mengambil peran penting dalam masyarakat,” katanya.

Persoalan kualitas menjadi semakin penting karena pers tengah menghadapi kompetisi dengan siapa pun yang memiliki telepon pintar dan akses internet.

Dalam kondisi seperti itu, kemampuan wartawan melakukan verifikasi, menghadirkan konteks, menggali data dan menghadirkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan menjadi pembeda utama antara karya jurnalistik dan konten biasa.

PWI Riau mencoba mengukur persoalan tersebut melalui LKTJ Ali Kelana 2026. Lomba yang telah berlangsung sejak Juli hingga 15 Agustus 2026 itu menjadi salah satu instrumen untuk melihat kualitas karya wartawan anggota PWI Riau.

Saat ini, jumlah anggota PWI Riau disebut telah mencapai lebih dari 1.000 orang.

“Dari LKTJ Ali Kelana inilah kami di PWI Riau melihat dan mengukur kualitas karya jurnalistik wartawan di Riau. Dari sini gambaran keseluruhan karya-karya jurnalistik itu bisa dilihat dan dinilai,” ujar Raja.

Dengan demikian, lomba tersebut tidak hanya ditempatkan sebagai ajang perebutan hadiah. Karya yang masuk menjadi gambaran mengenai bagaimana wartawan Riau menjalankan fungsi jurnalistik di tengah perubahan lanskap media.

Diskusi “Tantangan dan Masa Depan Pers Riau” menghadirkan dua pembicara, yakni Pemimpin Redaksi Tribun Pekanbaru Erwin Ardian dan akademisi FISIPOL Universitas Riau, Suyanto SSos MSc PhD.

Keduanya akan membahas persoalan pers dari perspektif praktisi media dan akademisi. Diskusi dipandu langsung Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar.

Sementara itu, LKTJ Ali Kelana 2026 menyediakan total hadiah Rp10 juta. Pemenang utama memperoleh trofi bergilir serta uang pembinaan Rp7,5 juta, sedangkan lima nominator masing-masing memperoleh Rp500 ribu.

Penilaian karya dilakukan tiga juri, yakni Raja Isyam Azwar, Hary B Koriun dan Muhammad Amin.

Raja juga menyampaikan apresiasi kepada PHR yang mendukung penuh rangkaian kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT PHR yang menyponsori penuh rangkaian kegiatan ini. Semoga sinergitas yang saling menguntungkan ini akan terus terbina," tukasnya.(rilis)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ketua DPW Aliansi Merah Putih, Eko Wibowo (foto/ist)Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Ist.BKawan BRK Syariah Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat Kepulauan Karimun
Tersangka SS saat diamankan di Mapolres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Diduga 4 Kali Cabuli Bocah, Seorang Karyawan di Pangkalan Kuras Dibui
Wakil Bupati Pelalawan, Husni Thamrin meninjau kesiapan personel Satlantas Polres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Bukan Sekadar Tilang, Ini Fokus Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 di Pelalawan
Tim FP GCN RPP melakukan pelatihan cara penggunaan dan jenis-jenis APAR serta pembuatan jalur evakuasi darurat kepada Tenaga Pengajar dan Peserta Didik SDN 02 Desa Kudap.GCN Latih Guru SDN 02 Kudap Gunakan APAR untuk Antisipasi Kebakaran
  Skuad PSPS Pekanbaru.(foto: mcr)PSPS Pekanbaru Gugat Denda Rp20 Juta dari PSSI, Ini Alasan Keberatannya
Marc Marquez.(foto: int)Marc Marquez Unggul 10 Poin, Tardozzi Ingatkan Ancaman Martin dan Bezzecchi
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.(foto: int)Jalan Rusak dan Banjir Prioritas APBD Pekanbaru 2027, Ini Program Lain yang Disiapkan
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(foto: infografis/halloriau.com)Hujan Seharian, Riau Nihil Hotspot! BMKG Catat 108 Titik Panas di Sumatera Sore Ini
Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa diikuti 32.214 bikers dari seluruh Indonesia. 32.214 Bikers Honda Satukan Semangat Persaudaraan dalam Honda Bikers Day 2026
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved