www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Waspada Pancaroba, 745 Kasus DBD Terjadi di Pekanbaru dan 3 Warga Meninggal
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Anugerah LKTJ Ali Kelana
Berita Akurat Kalah Cepat dari Konten Viral, PWI Riau Siapkan Forum Khusus
Senin, 14 September 2026 - 19:07:47 WIB
Ketua PWI Riau, H Raja Isyam Azwar.(istimewa)
Ketua PWI Riau, H Raja Isyam Azwar.(istimewa)

PEKANBARU - Tantangan terbesar datang dari perubahan perilaku masyarakat yang semakin cepat mengonsumsi informasi melalui media sosial, sementara produk jurnalistik yang mengandalkan verifikasi dan akurasi harus berhadapan dengan konten viral yang diproduksi tanpa standar jurnalistik.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau akan mengangkat persoalan tersebut dalam diskusi bertajuk “Tantangan dan Masa Depan Pers Riau” di Pekanbaru, Selasa (15/9/2026).

Diskusi ini menjadi bagian dari rangkaian pengumuman dan pemberian penghargaan Lomba Karya Tulis Jurnalistik (LKTJ) Ali Kelana 2026, yang didukung PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Ketua PWI Riau, H Raja Isyam Azwar mengatakan, forum tersebut sengaja diarahkan untuk membedah masa depan pers dari dua sisi sekaligus, yakni kualitas karya jurnalistik dan kemampuan industri media bertahan menghadapi perubahan ekosistem informasi.

“Diskusi ini penting untuk membedah tantangan pers Riau ke depan termasuk kaitannya dengan kualitas karya jurnalistik yang dihasilkan,” kata Raja Isyam, didampingi Sekretaris PWI Riau N Doni Dwi Putra dan sejumlah pengurus PWI Riau, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat masyarakat kini memiliki banyak pilihan sumber informasi.

Pers arus utama tidak lagi menjadi satu-satunya pintu bagi masyarakat untuk mendapatkan berita.

Masalahnya, kecepatan distribusi informasi di media sosial kerap tidak diikuti proses konfirmasi dan verifikasi.

Kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi media yang tetap mempertahankan prinsip jurnalistik, tetapi harus bersaing mendapatkan perhatian publik dalam ruang digital yang sangat cepat.

Raja mempertanyakan apakah publik masih menempatkan akurasi sebagai pertimbangan utama ketika memilih informasi.

“Benarkah masyarakat lebih percaya kerja serius pers atau hanya mencari konten viral yang dikerjakan tanpa verifikasi dan akurasi yang ketat?” ujarnya.

Raja menilai persoalan pers saat ini tidak cukup dijawab dengan memperbanyak produksi berita. Media juga dituntut mampu mempertahankan kualitas sekaligus beradaptasi dengan pola konsumsi informasi masyarakat.

Di Riau, pertumbuhan media berbasis internet berlangsung cukup pesat. Namun, pertumbuhan jumlah media tersebut belum otomatis diikuti penguatan kualitas maupun keberlanjutan bisnis media.

Pendapatan dari iklan, advertorial dan sumber pemasukan konvensional menghadapi tekanan. Pada saat yang sama, media harus terus berinvestasi pada sumber daya manusia, teknologi dan produksi konten.

Situasi tersebut membuat masa depan pers berada pada persimpangan. Media dituntut cepat mengikuti perubahan digital, tetapi tidak boleh mengorbankan prinsip dasar jurnalistik hanya demi mengejar trafik dan popularitas.

Karena itu, diskusi PWI Riau diharapkan tidak berhenti pada pemetaan persoalan, tetapi juga menghasilkan gagasan mengenai strategi agar pers tetap memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat.

Raja mengatakan pembahasan akan dilakukan secara komprehensif untuk melihat persoalan yang dihadapi pers sekaligus mencari jalan keluar.

“Akan dibedah secara komprehensif tentang masalah dan tantangan apa yang ada dan bagaimana mencari solusinya agar pers Riau, juga Indonesia secara umum, tetap hidup dan mengambil peran penting dalam masyarakat,” katanya.

Persoalan kualitas menjadi semakin penting karena pers tengah menghadapi kompetisi dengan siapa pun yang memiliki telepon pintar dan akses internet.

Dalam kondisi seperti itu, kemampuan wartawan melakukan verifikasi, menghadirkan konteks, menggali data dan menghadirkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan menjadi pembeda utama antara karya jurnalistik dan konten biasa.

PWI Riau mencoba mengukur persoalan tersebut melalui LKTJ Ali Kelana 2026. Lomba yang telah berlangsung sejak Juli hingga 15 Agustus 2026 itu menjadi salah satu instrumen untuk melihat kualitas karya wartawan anggota PWI Riau.

Saat ini, jumlah anggota PWI Riau disebut telah mencapai lebih dari 1.000 orang.

“Dari LKTJ Ali Kelana inilah kami di PWI Riau melihat dan mengukur kualitas karya jurnalistik wartawan di Riau. Dari sini gambaran keseluruhan karya-karya jurnalistik itu bisa dilihat dan dinilai,” ujar Raja.

Dengan demikian, lomba tersebut tidak hanya ditempatkan sebagai ajang perebutan hadiah. Karya yang masuk menjadi gambaran mengenai bagaimana wartawan Riau menjalankan fungsi jurnalistik di tengah perubahan lanskap media.

Diskusi “Tantangan dan Masa Depan Pers Riau” menghadirkan dua pembicara, yakni Pemimpin Redaksi Tribun Pekanbaru Erwin Ardian dan akademisi FISIPOL Universitas Riau, Suyanto SSos MSc PhD.

Keduanya akan membahas persoalan pers dari perspektif praktisi media dan akademisi. Diskusi dipandu langsung Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar.

Sementara itu, LKTJ Ali Kelana 2026 menyediakan total hadiah Rp10 juta. Pemenang utama memperoleh trofi bergilir serta uang pembinaan Rp7,5 juta, sedangkan lima nominator masing-masing memperoleh Rp500 ribu.

Penilaian karya dilakukan tiga juri, yakni Raja Isyam Azwar, Hary B Koriun dan Muhammad Amin.

Raja juga menyampaikan apresiasi kepada PHR yang mendukung penuh rangkaian kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT PHR yang menyponsori penuh rangkaian kegiatan ini. Semoga sinergitas yang saling menguntungkan ini akan terus terbina," tukasnya.(rilis)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ratusan kasus DBD tercatat di Pekanbaru.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Waspada Pancaroba, 745 Kasus DBD Terjadi di Pekanbaru dan 3 Warga Meninggal
BYD bisa diretas.(ilustrasi/AI/halloriau.com)BYD Shark 6 Dibobol Hacker, Pintu, Lampu dan Wiper Bisa Diaktifkan dari Jarak Jauh
Jadwal MotoGP Mandalika 2026.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Jadwal MotoGP Mandalika 2026: Sprint Race hingga Balapan Utama Akhir Pekan ini
Pemerintah pusat pangkas TKT untuk Kabupaten Kepulauan Meranti.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Pemerintah Pusat Bikin Meranti Makin Tertekan: TKD Turun, DBH 2027 Anjlok Rp34,5 Miliar
SIGMA mulai disiapkan ukur kinerja ASN.(ilustrasi/AI/halloriau.com)TPP Tak Sekadar Kehadiran, SIGMA Mulai Disiapkan Ukur Kinerja ASN Pemprov Riau
  Layanan 112 Pekanbaru dapat panggilan iseng.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Jangan Iseng! Panggilan Palsu ke 112 Pekanbaru Bisa Bahayakan Nyawa
Penjualan Daihatsu tumbuh 10 persen.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Daihatsu Cetak Penjualan 37.167 Unit di Kuartal III 2026, Gran Max Kuasai Separuh Pasar
Pekanbaru siapkan penertiban 133 kanto STC.(ilustrasi/AI/halloriau.com)HGB Berakhir, Pemko Pekanbaru Ambil Alih 133 Kanto STC dan Siapkan Aturan Baru
Pasar murah Pemprov Riau.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Operasi Pasar ke-188 Pemprov Riau Digelar Pekan Ini, Cek Daftar Harga dan Lokasinya
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Aidhil Nur Putra.(foto: mimi/halloriau.com)Tiang Fiber Optik Masuk Pekarangan Warga di Pekanbaru, DPRD Desak Pemko Bertindak
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved