PEKANBARU — Jumlah titik panas atau hotspot di wilayah Riau masih terpantau tinggi pada Kamis (10/9/2026). Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, tercatat 317 titik panas tersebar di sejumlah wilayah Riau.
Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan pantauan sore sebelumnya yang mencatat 245 titik panas.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Yasir mengatakan secara keseluruhan, jumlah titik panas di wilayah Sumatera mencapai 2.762 titik. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 1.668 titik.
Sebaran hotspot terbanyak di Sumatera Selatan 1.668 titik. Kemudian hotspot tersebar di Aceh 23 titik, Bengkulu 13 titik, Jambi 247 titik, Lampung 126 titik, Sumatera Barat 46 titik, Sumatera Utara 12 titik, Kepulauan Riau 73 titik, dan Bangka Belitung 237 titik, dan Riau 317 titik.
Di Riau, hotspot tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah titik panas paling banyak, mencapai 154 titik.
Sementara itu, Kepulauan Meranti tercatat memiliki 37 titik panas dan Bengkalis sebanyak 34 titik. Pelalawan memiliki 24 titik, disusul Indragiri Hilir 22 titik dan Kuantan Singingi 17 titik.
Adapun wilayah lainnya yakni Siak dengan 14 titik, Dumai 11 titik, Kampar 2 titik, Rokan Hilir 1 titik, serta Rokan Hulu 1 titik.
Rincian hotspot di Riau tersebut menunjukkan bahwa sebaran titik panas masih menjadi perhatian, terutama di wilayah yang mencatat jumlah hotspot cukup tinggi seperti Indragiri Hulu.
Dengan kondisi tersebut, peningkatan jumlah hotspot perlu menjadi perhatian karena dapat menjadi indikasi adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya apabila didukung kondisi cuaca yang kering.