PEKANBARU - Sejumlah ruas jalan di Kota Pekanbaru mengalami penurunan permukaan hingga amblas setelah pengerjaan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Kondisi tersebut membuat beberapa titik jalan harus diperbaiki dan kembali diaspal.
Salah satu titik yang mengalami amblas berada di Jalan Cempaka. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau kini melakukan pembongkaran dan perbaikan di lokasi tersebut untuk mencegah terjadinya penurunan kembali setelah proses pengaspalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, Edward Riansyah, mengatakan perbaikan di Jalan Cempaka telah mulai dilakukan.
"Untuk di Jalan Cempaka kita bongkar ulang oleh balai," ujar Edward, Rabu (26/8/2026).
Selain Jalan Cempaka, sejumlah titik lain juga mengalami penurunan permukaan aspal setelah pengerjaan proyek IPAL. Di antaranya berada di kawasan Simpang Jalan Melur dan Jalan Semangka.
Edward mengatakan, penanganan terhadap sejumlah titik tersebut akan dilakukan secara bertahap.
"Untuk Jalan Cempaka sudah mulai dikerjakan, setelah itu di Jalan Melur," paparnya.
Menurut pria yang akrab disapa Edu itu, penurunan permukaan jalan juga terjadi di beberapa titik di sekitar main hole IPAL. Untuk mengatasinya, pemerintah akan melakukan penyesuaian ketinggian serta pengaspalan ulang pada bagian yang mengalami selisih dengan permukaan jalan.
"Kita akan naikkan main hole, kita cutting sepanjang satu meter. Lalu levelnya berkisar 15 sentimeter, ada juga 20 sentimeter," jelasnya.
Ia menerangkan, sebelumnya ketinggian main hole mengikuti permukaan aspal lama. Namun, setelah dilakukan overlay atau pengaspalan ulang pada ruas jalan, muncul perbedaan ketinggian antara permukaan jalan dan bagian main hole.
Karena itu, penyesuaian akan dilakukan dengan kembali mengaspal bagian yang mengalami selisih agar permukaan jalan lebih rata dan aman bagi pengguna jalan.
"Karena ada selisih, nanti kita overlay kembali selisihnya. Kita mengikuti selisihnya," ujarnya.
Perbaikan sejumlah titik tersebut diharapkan dapat mengatasi masalah jalan yang mengalami penurunan maupun amblas setelah pengerjaan proyek IPAL, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.