www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Menhut Datang ke Ukui: Tinjau Karhutla hingga Bakti Kesehatan untuk Warga
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Kabut Asap Karhutla Melanda, Kemenag Riau Izinkan Madrasah Ubah Jam Belajar
Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:31:23 WIB
Kemenag minta madrasah Riau prioritaskan keselamatan siswa saat kabut asap.(ilustrasi/halloriau.com)
Kemenag minta madrasah Riau prioritaskan keselamatan siswa saat kabut asap.(ilustrasi/halloriau.com)

PEKANBARU - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Riau mulai berdampak terhadap aktivitas pendidikan.

Kementerian Agama (Kemenag) meminta madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi keagamaan Islam menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan kondisi kualitas udara di masing-masing daerah.

Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Kemenag Nomor 3 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pelaksanaan Pembelajaran pada Raudhatul Athfal/Madrasah, Pesantren, dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam yang terdampak karhutla.

Kakanwil Kemenag Riau, Muliardi mengatakan, penyesuaian pembelajaran diperlukan agar kegiatan pendidikan tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan dan keselamatan peserta didik maupun tenaga pendidik.

“Mengingat kondisi cuaca dan kabut asap akibat Karhutla, serta berdasarkan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, kita meminta satuan pendidikan di lingkungan Kemenag untuk melakukan penyesuaian pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan kondisi dan tingkat risiko di masing-masing wilayah,” ujar Muliardi, Rabu (26/8/2026).

Muliardi menegaskan, surat edaran tersebut tidak secara otomatis berarti seluruh satuan pendidikan harus menghentikan pembelajaran.

Penyesuaian dapat dilakukan secara fleksibel berdasarkan kondisi lingkungan dan tingkat risiko paparan asap.

“Keselamatan dan kesehatan peserta didik, guru, serta seluruh warga satuan pendidikan harus menjadi perhatian utama," tuturnya.

"Karena itu, penyesuaian jadwal maupun metode pembelajaran dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan,” sambungnya.

Sejumlah opsi dapat diterapkan oleh satuan pendidikan. Di antaranya mengubah jam masuk dan pulang, mengurangi durasi pembelajaran tatap muka, menyesuaikan kegiatan pembelajaran, hingga memindahkan sementara kegiatan belajar dari ruang kelas ke pembelajaran jarak jauh.

Pembelajaran jarak jauh dapat dilakukan melalui sistem daring maupun luring, disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing satuan pendidikan.

Kemenag Riau juga memberikan ruang bagi kepala madrasah dan pimpinan satuan pendidikan untuk mengambil keputusan berdasarkan kondisi aktual di wilayah masing-masing.

Koordinasi dengan Kantor Kemenag kabupaten/kota menjadi bagian penting sebelum menentukan pola pembelajaran.

“Silakan kepala madrasah dan pimpinan satuan pendidikan melakukan koordinasi dengan Kantor Kemenag Kabupaten/Kota untuk menentukan langkah yang paling sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing," ucap Muliardi.

"Jangan sampai pembelajaran tetap dipaksakan ketika kondisi udara tidak mendukung kesehatan dan keselamatan peserta didik,” tegasnya.

Dengan pendekatan tersebut, keputusan mengenai perubahan jadwal maupun metode belajar tidak diterapkan secara seragam.

Kondisi kualitas udara dan tingkat dampak karhutla di setiap daerah menjadi pertimbangan utama.

Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 juga mengatur kegiatan yang berpotensi meningkatkan paparan peserta didik terhadap udara tercemar.

Satuan pendidikan diminta menghindari, menunda, atau sementara meniadakan aktivitas luar ruangan apabila kondisi udara tidak memungkinkan.

Kegiatan seperti upacara, olahraga, dan ekstrakurikuler menjadi bagian yang perlu dievaluasi.

Di sisi akademik, pendidik juga diberikan keleluasaan untuk menyesuaikan capaian pembelajaran, materi, tugas, serta asesmen dengan situasi kedaruratan.

Penyesuaian tersebut sekaligus dimaksudkan agar peserta didik tidak mendapat beban belajar berlebihan ketika proses pendidikan harus dilakukan dalam kondisi yang tidak normal.

Kemenag turut meminta satuan pendidikan memberikan perhatian lebih kepada peserta didik yang memiliki kondisi kesehatan tertentu dan lebih rentan terhadap dampak asap karhutla.

Selain aspek fisik, lingkungan pendidikan juga diharapkan tetap memperhatikan kondisi psikososial peserta didik.

Pembelajaran harus berlangsung secara aman, inklusif, ramah anak, dan menyesuaikan situasi yang dihadapi siswa.

Muliardi juga meminta jajaran Kemenag kabupaten/kota terus memantau satuan pendidikan yang terdampak asap serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

“Yang paling penting adalah keputusan yang diambil berdasarkan kondisi dan informasi yang terukur. Kita ingin layanan pendidikan tetap berjalan, tetapi keselamatan anak-anak dan seluruh warga madrasah tetap menjadi prioritas,” pungkasnya.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Menhut meninjau lokasi Karhutla dan gelar bakti kesehatan di Ukui, Pelalawan (foto/Andy)Menhut Datang ke Ukui: Tinjau Karhutla hingga Bakti Kesehatan untuk Warga
Bupati Siak, Afni mendorong Tengku Buwang Asmara jadi pahlawan nasional (foto/int)Bupati Afni Perjuangkan Tengku Buwang Asmara Jadi Pahlawan Nasional
Plt Gubri, SF Hariyanto meraih award atas inovasi pemerintahan digital (foto/int)SF Hariyanto Raih Anugerah Inovasi Pemerintahan Digital dan Kepemimpinan Kolaboratif
Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria kepada Agung Nugroho dalam malam puncak Pemimpin Daerah Award 2026 di LCH Lantai 14 iNews Tower, Jakarta, Kamis (27/8/2026).Walikota Agung Nugroho Raih Pemimpin Daerah Award 2026 Bidang Infrastruktur
Tribun Pekanbaru Award 2026.Tribun Pekanbaru Award 2026 Jadi Ajang Apresiasi Tokoh dan Pemimpin Daerah
  Presiden BEM Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I), Fajar Nugraha (foto/Andy)Riau Diselimuti Asap, BEM ITP2I: Jangan Jadikan Karhutla Tradisi Tahunan
Ilustrasi hotspot masih membara di Riau (foto/int)Waspada Karhutla, 265 Hotspot Terdeteksi di Riau, Pelalawan Capai 120 Titik
SF Hariyanto raih Anugerah Inovasi Pemerintahan Digital di Tribun Pekanbaru Award 2026.SF Hariyanto Digandjar Penghargaan Inovasi Pemerintahan Digital dan Kepemimpinan Kolaboratif
ilustrasi karhutla.Karhutla Riau Tembus 16.474 Hektare, 171 Hotspot Muncul dalam Sehari
ist.Semangat Sinergi Bagi Negeri, AHM Best Student 2026 Regional Riau Wadahi Inovasi Gen Z
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Kabut Asap Tebal Sesakkan Dada Warga Pekanbaru
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved