PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 385 titik panas (hotspot) di wilayah Pulau Sumatera hingga Sabtu (15/8/2026) sore.
Dari seluruh provinsi, Sumatera Selatan menjadi daerah dengan jumlah hotspot paling banyak, sedangkan Riau mencatat 26 titik panas yang tersebar di enam kabupaten.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Indah mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan terbaru, jumlah hotspot di Pulau Sumatera masih didominasi wilayah bagian selatan.
"Total titik panas wilayah Sumatera, Sabtu (15/8/2026) sore, mencapai 385 titik," ujar Indah.
Rincian sebaran hotspot di Pulau Sumatera meliputi Sumatera Selatan 179 titik, Bangka Belitung 51 titik, Lampung 40 titik, Jambi 36 titik, Riau 26 titik, Kepulauan Riau 15 titik, Bengkulu 14 titik, Sumatera Barat 12 titik, Sumatera Utara 9 titik dan Aceh 3 titik.
Sementara itu, di Provinsi Riau, sebanyak 26 hotspot terdeteksi berada di enam kabupaten, dengan Kabupaten Kampar menjadi wilayah yang memiliki jumlah titik panas terbanyak.
Rinciannya meliputi Kabupaten Kampar 10 titik, Pelalawan 6 titik, Indragiri Hilir 6 titik, Kuantan Singingi 2 titik, Indragiri Hulu 1 titik dan Kepulauan Meranti 1 titik.
Distribusi hotspot tersebut menjadi salah satu indikator yang terus dipantau BMKG untuk mendukung upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan, terutama pada daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi selama musim kemarau.
BMKG mengingatkan bahwa hotspot merupakan indikasi awal berdasarkan pengamatan satelit dan masih memerlukan verifikasi lapangan untuk memastikan adanya kejadian kebakaran.