PEKANBARU – Sebanyak 262 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Sumatera pada Sabtu (15/8/2026). Provinsi Riau menjadi daerah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni mencapai 86 titik.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Elisa JS Kedang, mengatakan data tersebut merupakan hasil pemantauan hotspot di wilayah Sumatra pada Sabtu.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera sebanyak 262 titik," kata Elisa JS Kedang, Sabtu (15/8/2026).
Berdasarkan data BMKG, hotspot tersebar di sejumlah provinsi. Sumatera Selatan menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak kedua, yakni 51 titik, disusul Lampung 34 titik, Bangka Belitung 30 titik, Kepulauan Riau 28 titik, Jambi 18 titik, Sumatera Barat 10 titik dan Sumatera Utara 5 titik.
Sementara itu, di Riau terdeteksi 86 hotspot yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak di Riau, yakni 27 titik. Berikutnya Kabupaten Pelalawan dengan 15 titik, Indragiri Hulu 12 titik, Indragiri Hilir 11 titik dan Kampar 10 titik.
Hotspot lainnya terpantau di Kepulauan Meranti sebanyak 4 titik, Siak 3 titik, Kuantan Singingi 3 titik, serta Kota Dumai 1 titik.
Jika dirinci berdasarkan wilayah di Riau, sebaran hotspot tersebut adalah:
- Bengkalis: 27 titik
- Pelalawan: 15 titik
- Indragiri Hulu: 12 titik
- Indragiri Hilir: 11 titik
- Kampar: 10 titik
- Kepulauan Meranti: 4 titik
- Siak: 3 titik
- Kuantan Singingi: 3 titik
- Dumai: 1 titik
Tingginya jumlah hotspot di Riau menjadi perhatian mengingat kemunculan titik panas dapat menjadi indikasi adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama ketika kondisi cuaca dan lingkungan mendukung terjadinya kebakaran.
"Pemantauan hotspot terus dilakukan untuk melihat perkembangan sebaran titik panas di wilayah Sumatera, khususnya Riau," ujar Elisa.
Masyarakat di daerah yang terdapat titik panas diimbau tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan secara terbuka.