PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 863 titik panas atau hotspot terpantau di wilayah Sumatera hingga Kamis (20/8/2026).
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Putri Santy mengatakan, sebaran hotspot masih terkonsentrasi di sejumlah provinsi. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi, yakni mencapai 271 titik.
Berdasarkan pemantauan BMKG, hotspot juga terdeteksi di Aceh sebanyak 107 titik, Bengkulu 13 titik, Jambi 118 titik, Lampung 84 titik, Sumatera Utara 7 titik, Sumatera Barat 5 titik, Sumatera Selatan 271 titik, Bangka Belitung 183 titik, Kepulauan Riau 8 titik, dan Riau sebanyak 67 titik.
Khusus di Riau, Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan sebaran hotspot terbanyak. Dari total 67 titik panas di Riau, sebanyak 50 titik berada di Pelalawan.
"Untuk Riau, hotspot terpantau di Kabupaten Pelalawan sebanyak 50 titik, Indragiri Hulu 9 titik, Indragiri Hilir 6 titik, serta Rokan Hulu dan Rokan Hilir masing-masing satu titik," urainya.
Tingginya jumlah hotspot di sejumlah wilayah Sumatera menjadi perhatian dalam pemantauan kondisi lingkungan, terutama di tengah potensi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan. Pemantauan titik panas terus dilakukan untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.