www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Inpres 11/2026 Terbit, APHI Riau Tekankan Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat Cegah Karhutla
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Karhutla Riau Tembus 15 Ribu Hektare, Mayoritas Terjadi di Kawasan Nonhutan
Senin, 10 Agustus 2026 - 20:43:15 WIB
Karhutla di Riau.(ilustrasi/int)
Karhutla di Riau.(ilustrasi/int)

PEKANBARU - Provinsi Riau masuk dalam daftar wilayah dengan dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terbesar di Indonesia sepanjang periode Januari hingga Juni 2026.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas wilayah terdampak Karhutla di Riau mencapai 15.477,95 hektare.

Angka tersebut menempatkan Riau di peringkat kedua nasional, hanya berada di bawah Kalimantan Barat yang mencatat luas terdampak Karhutla sebesar 28.680,47 hektare.

Data tersebut disampaikan Kepala BNPB RI, Letnan Jenderal TNI Dr Suharyanto dalam Rapat Koordinasi Penanganan Peningkatan Eskalasi Kebakaran Hutan dan Lahan, Senin (10/8/2026).

Menurut Suharyanto, terdapat 10 provinsi yang saat ini menjadi prioritas penanganan Karhutla secara nasional.

Selain Kalimantan Barat dan Riau, wilayah tersebut mencakup Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kepri, Lampung, Aceh dan Kalimantan Tengah.

"10 provinsi tersebut diantaranya Kalimantan Barat, Riau, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Papua Selatan," ujar Suharyanto.

Ia kemudian merinci, Riau memiliki karakteristik dampak Karhutla yang jauh lebih dominan terjadi di luar kawasan hutan.

Dari total 15.477,95 hektare, sebanyak 1.100,71 hektare berada di dalam kawasan hutan. Sementara itu, 14.377,24 hektare lainnya terjadi di kawasan nonhutan.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa sekitar 92,9 persen luas wilayah terdampak Karhutla di Riau berada di kawasan nonhutan.

Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan luas terdampak Karhutla terbesar berdasarkan data BNPB hingga 30 Juni 2026.

Luasannya mencapai 28.680,47 hektare, terdiri atas 649,43 hektare kawasan hutan dan 28.031,04 hektare nonhutan.

Setelah Riau, posisi berikutnya ditempati Nusa Tenggara Timur dengan luas terdampak mencapai 10.538,30 hektare.

Dari jumlah tersebut, 36,40 hektare berada di kawasan hutan dan 10.501,89 hektare di luar kawasan hutan.

Maluku berada di urutan keempat dengan luas terdampak 7.091,07 hektare, disusul Papua Selatan 6.281,81 hektare.

"Di Nusa Tenggara Timur, Karhutla terjadi dengan luasan mencapai 10.538,30 hektare dengan pembagian 36,40 hektare pada kawasan hutan dan 10.501,89 hektare non hutan. Sementara di Maluku, Karhutla terjadi 7.091,07 hektare," kata Suharyanto.

Provinsi lain yang masuk daftar prioritas juga mencatat luasan Karhutla cukup signifikan.

Nusa Tenggara Barat berada di posisi keenam dengan luas terdampak 5.759,19 hektare, terdiri dari 209,43 hektare kawasan hutan dan 5.549,76 hektare nonhutan.

Berikutnya Kepri mencatat 5.709,27 hektare, dengan 63,27 hektare berada di kawasan hutan dan 5.646 hektare di kawasan nonhutan.

Lampung tercatat memiliki luas terdampak 3.489,42 hektare, sedangkan Aceh mencapai 3.099,05 hektare.

Adapun Kalimantan Tengah menjadi provinsi kesepuluh dalam daftar prioritas dengan luas terdampak Karhutla mencapai 3.069,52 hektare.

"Disusul dengan Nusa Tenggara Barat, Kepri, Lampung dan Aceh. Terakhir di Kalimantan Tengah," pungkas Suharyanto.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ilustrasi APHI Riau tekankan edukasi dan pemberdayaan masyarakat cegah Karhutla (foto/ist)Inpres 11/2026 Terbit, APHI Riau Tekankan Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat Cegah Karhutla
Mahasiswa Universitas Riau ciptakan bata ringan ramah lingkungan dari limbah cangkang sawit (foto/ist)Mahasiswa Unri Sulap Limbah Cangkang Sawit Jadi Bata Ringan Ramah Lingkungan
Kadisdik Pekanbaru, Abdul Jamal (foto/int)Sekolah SD dan SMP Negeri Pekanbaru Dapat Dana Operasional Rp2 M
Ilustrasi Koalisi Untuk Gajah Pelalawan soroti sidang kasus perburuan gading gajah (foto/riki)Koalisi Minta Sidang Kasus Perburuan Gajah Pelalawan Transparan dan Bongkar Jaringan Perdagangan
Ilustrasi luas Karhutla Riau tembus 18.770 hektare (foto/int)87,9 Hektare Lahan Kembali Terbakar, Total Karhutla Riau Capai 18,7 Ribu Hektare
  Kepala BPBD Damkar Provinsi Riau, M. Edy Afrizal (foto/int)Mencegah Karhutla Muncul Lagi, BPBD Riau Tetap Siagakan Tim Pemadam di Bekas Kebakaran
Ilustrasi Pemko Pekanbaru terus kebut perbaikan jalan (foto/int)DPRD Apresiasi Pemko Pekanbaru Perbaiki Jalan Limbungan Rumbai
Ilustrasi hotspot Riau tembus 346 titik (foto/int)Hotspot Riau Melonjak, Inhil Membara 111 Titik Panas
Ilustrasi cuaca di Riau minim peluang hujan (foto/int)Minim Potensi Hujan, BMKG Prediksi Cuaca Riau Dominan Berawan
Walikota Pekanbaru H. Agung Nugroho.Atasi Genangan, Pemko Pekanbaru Perbaiki Drainase di Enam Ruas Jalan
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Kabut Asap Tebal Sesakkan Dada Warga Pekanbaru
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved