www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Senam Kemilau Rohil Meriah, 21 Tim Tampilkan Gerakan Kreatif Bernuansa Merah Putih
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


APHI dan GAPKI Minta Protokol Darurat Karhutla, Akses ke Titik Api Tak Boleh Terhambat
Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:17:47 WIB
APHI dan GAPKI mengusulkan penyusunan protokol kolaboratif.(foto: istimewa)
APHI dan GAPKI mengusulkan penyusunan protokol kolaboratif.(foto: istimewa)

JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengusulkan penyusunan protokol kolaboratif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah tersebut dinilai penting agar seluruh tim pemadam dapat segera mencapai lokasi kebakaran tanpa menghadapi hambatan di lapangan.

Menurut kedua organisasi tersebut, keberhasilan pengendalian karhutla sangat ditentukan oleh kecepatan respons pada fase awal. Karena itu, koordinasi antara masyarakat, pemerintah daerah, perusahaan, TNI, Polri, Manggala Agni, hingga BPBD perlu diperkuat melalui mekanisme yang disepakati bersama.

Ketua Umum APHI, Soewarso mengatakan, perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) telah menyiapkan berbagai sumber daya untuk menghadapi musim kemarau, mulai dari personel, pos komando, kendaraan operasional, pompa air, sumber air, hingga perlengkapan pemadaman.

Ia menjelaskan, dalam kondisi darurat, regu pemadam perusahaan juga kerap membantu menangani kebakaran yang berada di luar wilayah konsesi demi mencegah api merambat ke kawasan hutan, permukiman maupun lahan masyarakat.

"Api tidak mengenal batas administrasi maupun batas konsesi. Ketika ditemukan kebakaran di sekitar wilayah operasional, tindakan cepat harus dilakukan agar api tidak berkembang menjadi kebakaran besar dan menimbulkan dampak yang lebih luas," ujar Soewarso, Minggu (23/8/2026).

Soewarso menambahkan, beberapa jam pertama setelah kebakaran muncul menjadi periode paling krusial, terutama di kawasan gambut maupun wilayah yang mengalami kekeringan.

Keterlambatan penanganan berpotensi membuat api semakin sulit dikendalikan, khususnya jika lokasi kebakaran jauh dari sumber air.

Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam pemadaman bukan bertujuan mengambil alih lahan masyarakat.

"Pemadaman merupakan tindakan darurat untuk menghentikan api, melindungi keselamatan manusia, serta mencegah kerusakan lingkungan," tegasnya.

Senada dengan APHI, Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menyampaikan bahwa perusahaan perkebunan terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui patroli rutin, pemantauan titik panas (hotspot), penyediaan regu pemadam, pompa berkapasitas besar, mobil tangki, alat berat hingga pemanfaatan drone.

Menurut Eddy, seluruh personel dan peralatan tersebut dapat dikerahkan membantu penanganan kebakaran di sekitar wilayah operasional apabila kondisi darurat terjadi. Namun efektivitasnya bergantung pada akses menuju lokasi kebakaran.

"Personel dan peralatan pemadaman hanya akan efektif apabila dapat segera mencapai titik api. Karena itu, kolaborasi dan keterbukaan akses menjadi kunci," tutur Eddy.

"Jangan sampai waktu kritis untuk mengendalikan kebakaran hilang akibat kesalahpahaman atau kurangnya komunikasi," sambungnya.

Ia menilai kerja sama antara perusahaan dan masyarakat sebenarnya telah berjalan di berbagai daerah melalui keberadaan Masyarakat Peduli Api, kelompok tani, pemerintah desa, tokoh adat, aparat keamanan, hingga perusahaan yang terlibat dalam sistem deteksi dini.

GAPKI juga mendorong setiap desa yang masuk kategori rawan karhutla memiliki sistem komunikasi darurat yang jelas.

Sistem tersebut meliputi nomor kontak darurat, jalur komunikasi satu pintu, peta akses menuju lokasi kebakaran, titik sumber air, serta daftar personel yang siap dihubungi ketika terjadi kebakaran.

Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kesalahpahaman sekaligus mempercepat proses pengambilan keputusan saat situasi darurat berlangsung.

Sementara itu, APHI dan GAPKI menegaskan bahwa karhutla merupakan persoalan lintas sektor yang tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja.

Oleh sebab itu, pemerintah daerah didorong segera memfasilitasi penyusunan protokol kolaboratif sebelum puncak musim kemarau tiba.(rilis)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Senam Kemilau Rohil jadi panggung talenta.(foto: afrizal/halloriau.com)Senam Kemilau Rohil Meriah, 21 Tim Tampilkan Gerakan Kreatif Bernuansa Merah Putih
Pasar murah hingga santunan anak yatim warnai HUT ke-28 PAN di Pekanbaru.(foto:  mimi/halloriau.com)HUT ke-28 PAN, Roni Pasla Tekankan Politik Tak Cukup Sekadar Kejar Kursi
APHI dan GAPKI mengusulkan penyusunan protokol kolaboratif.(foto: istimewa)APHI dan GAPKI Minta Protokol Darurat Karhutla, Akses ke Titik Api Tak Boleh Terhambat
Kabut asap selimuti Pelalawan.(ilustrasi/int)Pelalawan Dikepung 216 Hotspot, Pemprov Riau Mulai Salurkan Masker dan Obat-obatan
Bahaya kabut asap gambut.(ilustrasi/halloriau.com)Asap Karhutla di Riau Mengandung Zat Berbahaya, Ahli Beri Peringatan Khusus untuk Ibu Hamil
  Reses DPRD Rohil ungkap keluhan warga Bangko.(foto: afrizal/halloriau.com)Warga Labuhan Tangga Kecil Sampaikan Keluhan, DPRD Rohil Soroti 3 Masalah Ini
Ratusan modifikator ramaikan HMC 2026 di Mal SKA Pekanbaru.(foto: dok/halloriau.com)143 Motor Honda Modifikasi Ramaikan HMC 2026 Pekanbaru, Kategori Ini yang Terbanyak
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(ilustrasi/halloriau.com)Masih Ada 300 Lebih Hotspot di Riau Sore ini, Pelalawan dan Inhil Mendominasi
Pemprov Riau segera lakukan OMC.(ilustrasi/int)Ada Peluang Hujan, BPBD Riau Siapkan Pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca
Karhutla di Riau.(ilustrasi/int)Hadapi Ancaman Karhutla September-November, Riau Tambah Peralatan dan Personel
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Warga Oasis Pematang Kapau Semarakkan HUT ke-81 RI
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved