PEKANBARU – Sebaran titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera kembali menunjukkan peningkatan.
Berdasarkan pemantauan satelit yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kamis (6/8/2026), terdeteksi 248 titik panas di berbagai provinsi, dengan Sumatera Selatan menjadi wilayah penyumbang terbanyak.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Mari Frystine mengatakan, hasil pemantauan terbaru menunjukkan titik panas masih tersebar di hampir seluruh wilayah Sumatera.
"Total titik panas di wilayah Sumatera pada Kamis (6/8/2026) terpantau sebanyak 248 titik," ujar Mari Frystine.
Berdasarkan data BMKG, distribusi hotspot di Sumatera meliputi Sumatera Selatan 81 titik, Jambi 41 titik, Bangka Belitung 32 titik, Sumatera Utara 30 titik dan Riau 20 titik.
Kemudian, Lampung 19 titik, Kepulauan Riau 19 titik, Sumatera Barat 4 titik, Aceh 1 titik, serta Bengkulu 1 titik.
Sementara itu, dari total 20 hotspot di Provinsi Riau, sebarannya berada di lima daerah.
Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 7 titik, disusul Kota Dumai 7 titik, Kabupaten Indragiri Hilir 3 titik, Kabupaten Rokan Hulu 2 titik, serta Kabupaten Kuantan Singingi 1 titik.
Data ini menjadi salah satu indikator awal yang digunakan BMKG bersama instansi terkait untuk memantau potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun demikian, keberadaan hotspot belum dapat dipastikan sebagai titik api karena masih memerlukan verifikasi lanjutan melalui pemantauan di lapangan.
BMKG terus melakukan pembaruan data hotspot secara berkala sebagai bagian dari sistem pemantauan kondisi cuaca dan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera, termasuk Provinsi Riau.