PEKANBARU – Seperempat abad perjalanan Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Riau, Kepri dan Sumut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menegaskan komitmennya merawat persatuan masyarakat yang hidup dalam keberagaman.
Memasuki usia 25 tahun, LLMB tidak hanya ingin menjadikan hari lahir sebagai agenda seremonial.
LLMB berencana menjadikan peringatan Harlah ke-25 sebagai ruang evaluasi, mempererat kembali kebersamaan para laskar, serta menyusun langkah organisasi agar semakin solid menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Panglima Pucuk DPP LLMB Riau, Kepri dan Sumut, Dt Besar Ismail Amir SH MH mengatakan, perjalanan seperempat abad LLMB tidak terlepas dari kontribusi berbagai elemen masyarakat.
Organisasi ini, menurutnya, tumbuh bersama tokoh intelektual, kalangan pendidikan, para pakar, hingga tokoh masyarakat dari beragam latar belakang suku.
"Momentum Harlah ke-25 kita akan melakukan penguatan organisasi, membuat organisasi ini semakin kuat, tidak mudah goyah oleh persoalan dan gangguan, baik yang datang dari dalam maupun dari luar LLMB," ujar Ismail Amir kepada Halloriau.com, Selasa (4/8/2026).
Ia menegaskan, identitas LLMB sebagai organisasi yang membawa semangat rumpun Melayu tidak dimaknai secara eksklusif berdasarkan kesukuan.
Sebaliknya, LLMB ingin terus membangun kebersamaan dengan seluruh kelompok masyarakat yang telah menjadi bagian dari kehidupan sosial di Riau.
"Karena LLMB berdiri sebagai rumpun bangsa Melayu, bukan sekadar suku Melayu. Jadi, kita menggandeng semua kalangan dan suku, dengan harapan kedepannya tetap solid," tegasnya.
Selain memperkuat struktur organisasi, Harlah ke-25 juga akan dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk melihat kembali perjalanan LLMB dalam beberapa tahun terakhir.
Evaluasi tersebut mencakup capaian program, kinerja organisasi, serta target yang sebelumnya telah ditetapkan.
Bagi jajaran pimpinan LLMB, evaluasi menjadi bagian penting untuk memastikan organisasi tetap berjalan sesuai arah dan mampu memberikan kontribusi yang lebih luas kepada masyarakat.
Peringatan hari jadi juga diharapkan dapat menjadi momentum untuk kembali mempertemukan para anggota dan laskar dari berbagai wilayah.
Kesibukan dan aktivitas masing-masing selama ini dinilai membuat intensitas pertemuan antarelemen organisasi semakin berkurang.
"Harlah kali ini juga bertujuan memotivasi para laskar, karena sudah jarang berkumpul. Dengan kebersamaan ini akan bisa membawa kebaikan untuk semua," harap Ismail Amir.
Memasuki fase kematangan organisasi, LLMB menyatakan kesiapan untuk membangun sinergi dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Sinergi tersebut diarahkan untuk mendukung berbagai upaya pembangunan serta menjaga situasi sosial yang kondusif.
"Dengan kondisi bangsa saat ini maka perlu kiranya kita turut membantu dan berpartisipasi dalam menjaga dan membangun bangsa ini bisa lebih lagi," sebutnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa perjalanan 25 tahun LLMB ingin diarahkan pada peran organisasi yang lebih konstruktif, khususnya dalam membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Sementara itu, Sekjen DPP LLMB, Datuk Jufrizal mengungkapkan, puncak peringatan Harlah ke-25 LLMB Riau, Kepri dan Sumut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus 2026 mendatang di Hotel Aryaduta Pekanbaru.
Sejumlah undangan dari berbagai unsur pemerintahan dan organisasi akan dilibatkan dalam perayaan seperempat abad perjalanan LLMB.
"Nantinya, kita juga undang seluruh LLMB se-Riau, Kepri dan Sumut, Plt Gubernur Riau, Walikota Pekanbaru, DPD, DPR RI untuk hadir dalam Harlah ke-25 LLMB," ujar Datuk Jufrizal.
Selain menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi, perayaan tersebut juga akan diisi dengan kilas balik perjalanan LLMB selama 25 tahun.
Rekam jejak organisasi sejak awal berdiri hingga perkembangan terkini akan menjadi bagian dari refleksi perjalanan seperempat abad.
"Dalam momen Harlah nanti, kita juga akan membuat kilas balik seperempat abad LLMB," pungkasnya.
LLMB juga berencana mengundang para kepala daerah di seluruh wilayah Riau melalui jajaran Panglima LLMB di tingkat kabupaten dan kota masing-masing.
Dengan agenda tersebut, Harlah ke-25 diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan ulang tahun organisasi.
Momentum ini sekaligus menjadi titik konsolidasi untuk memperkuat solidaritas internal, memperluas kolaborasi lintas kelompok masyarakat, serta menegaskan kontribusi LLMB dalam pembangunan daerah dan kehidupan kebangsaan.