PEKANBARU - Aktivitas titik panas atau hotspot kembali terpantau di sejumlah wilayah Sumatera. Data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat sebanyak 211 titik panas terdeteksi pada Rabu (29/7/2026) sore, dengan konsentrasi tertinggi berada di Sumatera Selatan.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi mengatakan, sebaran hotspot tersebut terdeteksi di sembilan provinsi di Sumatera.
Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 88 titik, disusul Sumatera Barat sebanyak 29 titik dan Jambi 27 titik.
“Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera, Rabu (29/7/2026) sore ada 211 titik,” kata Gita Dewi.
Selain tiga provinsi tersebut, titik panas juga terpantau di Bangka Belitung sebanyak 26 titik, Riau 19 titik, Lampung 10 titik, Kepulauan Riau lima titik, Bengkulu empat titik, serta Sumatera Utara tiga titik.
Di Provinsi Riau, BMKG mencatat 19 titik panas yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
Kabupaten Kepulauan Meranti terpantau satu titik, Kota Dumai tujuh titik, Kuantan Singingi empat titik, Pelalawan satu titik, Indragiri Hilir lima titik, dan Indragiri Hulu satu titik.
Dari data tersebut, Dumai menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak di Riau, yakni tujuh titik.
Sementara Indragiri Hilir berada di posisi berikutnya dengan lima titik panas.
Kondisi ini membuat pemantauan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau tetap menjadi perhatian, khususnya di wilayah yang mengalami peningkatan aktivitas titik panas.
Meski keberadaan hotspot tidak selalu identik dengan kebakaran, data tersebut dapat menjadi indikator awal yang perlu diverifikasi di lapangan.
Dengan masih terdeteksinya puluhan titik panas di sejumlah wilayah Sumatera, pemantauan kondisi lapangan dan perkembangan cuaca menjadi bagian penting dalam mengantisipasi potensi karhutla, termasuk di Provinsi Riau.