PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat sebanyak 161 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Pulau Sumatera berdasarkan pemantauan pada Kamis (24/7/2026).
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Elisa, mengatakan bahwa Aceh menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 70 hotspot. Sementara itu, Sumatera Selatan berada di urutan berikutnya dengan 28 titik panas, disusul Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 16 titik dan Lampung 14 titik.
"Total titik panas di wilayah Sumatera yang terpantau hari ini sebanyak 161 titik. Aceh masih menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, sedangkan di Provinsi Riau terdeteksi tiga titik panas," kata Elisa, Kamis (24/7/2026).
Selain itu, BMKG mencatat Sumatera Barat dan Bengkulu masing-masing memiliki delapan titik panas, Jambi tujuh titik, Sumatera Utara empat titik, serta Kepulauan Riau dan Riau masing-masing tiga titik.
Khusus di Provinsi Riau, tiga hotspot tersebut tersebar di Kota Dumai, Kabupaten Pelalawan, dan Kabupaten Siak, yang masing-masing terdeteksi satu titik panas.
BMKG mengimbau seluruh pihak untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang terpantau memiliki titik panas. Pemantauan secara berkala terus dilakukan guna mendukung langkah pencegahan dan penanganan dini apabila terjadi peningkatan aktivitas hotspot.