www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
18 Posko Disiagakan, Riau Ubah Strategi Hadapi Ancaman Karhutla 2026
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


APHI Riau Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Rabu, 15 Juli 2026 - 14:00:00 WIB
Ketua APHI Riau, Muller Tampubolon menyerahkan cinderamata.
Ketua APHI Riau, Muller Tampubolon menyerahkan cinderamata.

PEKANBARU - Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Riau bersama Fairatmos menggelar Diskusi Perdagangan Karbon bertajuk Permenhut Nomor 6 Tahun 2026: Mempercepat Pengembangan Proyek dan Perdagangan Karbon di Areal Kerja   Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), Rabu (15/7/2026). 

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) dalam mengembangkan proyek karbon sesuai regulasi terbaru pemerintah.

Ketua APHI Riau, Muller Tampubolon, SE, MM mengatakan terbitnya Perpres No 110/2025 yang ditindaklanjuti dengan Permenhut No 6/2026 tentang Tata Cara Perdagangan Karbon melalui Offset Emisi gas Rumah Kaca S ktor Kehutanan menjadi momentum penting bagi pengembangan perdagangan karbon nasional. 

"Regulasi ini tidak hanya memberikan kepastian usaha yang lebih baik, tetapi juga menegaskan pengakuan bahwa hutan tidak hanya menghasilkan komoditas kayu, melainkan juga jasa lingkungan, khususnya karbon yang memiliki nilai ekonomi,” kata Muller Tampubolon. 

Perkembangan kebijakan tersebut membuka peluang bagi pemegang PBPH untuk mengembangkan model bisnis multiusaha kehutanan yang berkelanjutan. Sekaligus memperoleh nilai tambah dari upaya menjaga tutupan hutan dan mengelola kawasan secara bertanggung jawab. 

Namun demikian, Muller mengingatkan perdagangan karbon bukan kegiatan yang sederhana. Pengembangan proyek karbon membutuhkan pemahaman regulasi, data yang kredibel, metodologi yang tepat, kesiapan kelembagaan, serta sumber daya manusia yang memadai.

“Masih terdapat berbagai tantangan terkait biaya pengembangan proyek karbon yang tidak murah, kepastian pasar, harga karbon yang sangat bervariasi, akses terhadap pembiayaan, dan daya saing Indonesia di pasar karbon global,” ujarnya.

APHI Riau sebagai organisasi yang mewadahi perusahaan pemegang PBPH, APHI menilai anggotanya akan menjadi pelaku utama dalam pengembangan perdagangan karbon sektor kehutanan. Karena itu, peningkatan kapasitas anggota menjadi kebutuhan yang mendesak agar peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Muller Tampubolon menjelaskan kegiatan diskusi ini merupakan program dalam rangkaian peningkatan kapasitas anggota APHI Riau melalui kerja sama dengan Fairatmos. Melalui kolaborasi tersebut, kedua pihak akan mendukung pemahaman, pemetaan kesiapan, serta penguatan kapasitas anggota APHI dalam mengembangkan proyek karbon yang kredibel dan sesuai peraturan.

“APHI Riau berharap implementasi Permenhut No 6/2026 dapat berlangsung secara efektif, sederhana, dan memberikan kepastian usaha. Dukungan pemerintah sangat diperlukan, khususnya dalam penguatan kapasitas pelaku usaha serta penyediaan sistem pendukung yang andal dan akses terhadap pasar karbon yang kredibel dan berkelanjutan,” lanjutnya. (*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Gubernur Riau tekankan aksi dini penanganan Karhutla di Riau.(foto: mcr)18 Posko Disiagakan, Riau Ubah Strategi Hadapi Ancaman Karhutla 2026
Apel kesiapsiagaan hadapi karhutla di halaman Mapolda Riau.(foto: risnaldi/halloriau.com)Agustus-September Jadi Periode Kritis El Nino, Riau Waspadai Karhutla hingga 2027
Kabid Perumahan Disperkim Rohil, Kudri.(foto: afrizal/halloriau.com)Pemkab Rohil Bedah 203 Rumah Warga Kurang Mampu, 67 Unit Sudah Mulai Digarap
Seberan level confidence puluhan titik panas di Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)Riau Menyala, Siak hingga Inhu Terpantau Titik Panas Level Confidence Tinggi 80-100 Persen
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)Riau Dikepung 43 Hotspot, Siak dan Inhu Menyala dengan 16 Titik Panas
  Masjid Raya Annur Riau.(foto: int)SF Hariyanto: Masjid Raya An-Nur Riau Harus Steril dari Kepentingan Politik
Karhutla di Riau.(ilustrasi/int)Karhutla Riau Tembus 15 Ribu Hektare, Mayoritas Terjadi di Kawasan Nonhutan
RAPP siagakan fire fighter dan peralatan operasional hadapi karhutla.(foto: risnaldi/halloriau.com)RAPP Siagakan 177 Pompa dan 1.209 Selang untuk Hadapi Karhutla Riau 2026
Ameera Hotel Wedding Showcase 2026.Ameera Hotel Pekanbaru Gelar Wedding Showcase 2026, Hadirkan Lebih dari 35 Vendor Wedding Terpercaya di Pekanbaru
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai meraih dua penghargaan di ajang ISRA 2026 (foto/ist)Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Dua Penghargaan di Ajang ISRA 2026
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved