www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
PKP Inhil Amankan Buaya dari Permukiman Warga, Masyarakat Diminta Waspada di Bantaran Sungai
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Karhutla Mengintai Sumatera Sepekan ke Depan, Ini Penyebab Utamanya
Rabu, 08 Juli 2026 - 21:42:27 WIB
Tim pemadam karhutla di Air Hitam Pekanbaru.(foto: mcr)
Tim pemadam karhutla di Air Hitam Pekanbaru.(foto: mcr)

PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatera diperkirakan meningkat dalam sepekan ke depan.

Kondisi tersebut dipicu meningkatnya tingkat kekeringan bahan bakar permukaan berdasarkan indikator Fine Fuel Moisture Code (FFMC) yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera meminta seluruh masyarakat, pemerintah daerah, hingga pemangku kepentingan memperkuat langkah pencegahan sejak dini, terutama di wilayah yang didominasi lahan gambut.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto mengatakan, prediksi BMKG menjadi sinyal penting agar upaya mitigasi dilakukan sebelum kebakaran meluas.

"Prediksi BMKG menunjukkan dalam satu minggu ke depan tingkat kemungkinan kejadian kebakaran di Sumatera meningkat," ujar Ferdian, Rabu (8/7/2026).

"Ini menjadi peringatan bagi kita semua agar lebih waspada dan memperkuat upaya pencegahan sejak dini, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki lahan gambut," sambungnya.

FFMC merupakan salah satu indikator yang digunakan BMKG untuk mengukur tingkat kekeringan bahan bakar ringan di permukaan tanah.

Nilai tersebut dihitung berdasarkan sejumlah parameter cuaca, seperti suhu udara, kelembapan, kecepatan angin, serta curah hujan.

Indikator ini menggambarkan tingkat kekeringan berbagai material yang mudah terbakar, mulai dari serasah daun kering, rumput alang-alang, humus permukaan, hingga vegetasi ringan pada lapisan tanah sekitar satu hingga dua sentimeter.

Semakin tinggi nilai FFMC, semakin cepat api dapat menyala dan menjalar ketika terdapat sumber panas atau percikan api.

Menurut Ferdian, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena kebakaran yang bermula dari vegetasi permukaan dapat berkembang menjadi kebakaran lahan berskala besar, khususnya di kawasan bergambut.

"Ketika bahan bakar ringan di permukaan sudah mengering, percikan api sekecil apa pun bisa memicu kebakaran. Apalagi jika terjadi di lahan gambut, api dapat merambat hingga ke bawah permukaan sehingga proses pemadamannya jauh lebih sulit," tuturnya.

Peringatan peningkatan risiko karhutla tersebut bertepatan dengan terjadinya kebakaran lahan di Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, pada Rabu (8/7/2026).

Berdasarkan laporan Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru, kebakaran terjadi di kawasan areal penggunaan lain (APL) dengan karakteristik tanah gambut.

Vegetasi yang terbakar didominasi pakisan, semak belukar, dan tanaman kelapa sawit.

Luas area terdampak diperkirakan mencapai sekitar satu hektare. Hingga berakhirnya operasi pemadaman hari pertama, petugas baru berhasil mengendalikan api di sekitar 0,3 hektare sehingga status kebakaran masih dinyatakan belum padam.

Operasi pemadaman melibatkan personel Manggala Agni, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, dan Polri.

Proses pemadaman berlangsung mulai pukul 17.00 hingga 19.00 WIB menggunakan satu unit pompa Mini Striker dengan metode pemadaman satu jalur untuk mengejar titik api.

Sumber air diperoleh dari kanal di sekitar lokasi, sementara karakter kebakaran yang dihadapi merupakan kombinasi kebakaran permukaan dan bawah permukaan khas lahan gambut.

Ferdian menjelaskan, kebakaran di lahan gambut memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dibandingkan lahan mineral karena bara api dapat terus menyala di bawah permukaan tanah meski kobaran api di atas terlihat telah mengecil.

"Pemadaman di lahan gambut membutuhkan waktu lebih lama karena api tidak hanya berada di permukaan, tetapi juga merambat di bawah tanah," sebutnya.

"Oleh sebab itu, petugas akan terus melakukan pendinginan dan memastikan tidak ada bara yang berpotensi memunculkan api kembali," tambahnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api selama kondisi cuaca sedang kering.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan melakukan pembakaran lahan, jangan membuang puntung rokok sembarangan, dan segera laporkan apabila melihat adanya titik api. Pencegahan jauh lebih efektif daripada melakukan pemadaman setelah kebakaran terjadi," pungkasnya.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Proses evakukasi buaya di Inhil.(foto: mcr)PKP Inhil Amankan Buaya dari Permukiman Warga, Masyarakat Diminta Waspada di Bantaran Sungai
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho.(foto: pgi)Muncul Lagi, Pemko Pekanbaru Siapkan Razia Tertibkan Warung Remang-Remang di Air Hitam
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho.(foto: int)Sosok Sekdako Baru Pekanbaru? Agung Nugroho Pastikan Dipilih Berdasarkan Hasil Seleksi
 Mitsubishi New Xforce HEV.Mitsubishi New Xforce HEV Siap Ramaikan Pasar SUV Sumatera, Usung Teknologi Hybrid Terbaru
Peternak Madu Akasia, Bambang Sugeng (kiri) dan Forest Protection Head Minas PT Arara Abadi-APP Group, Aep Mahmudin (kanan).(foto: barkah/halloriau.com)Bambang Sugeng Kini Sukses Bangun Kerajaan Lebah di Tengah Hutan Akasia PT Arara Abadi-APP Group
  Indra Gunawan Eet minta maaf atas kericuhan yang terjadi di DPRD Riau (foto/ist)Akui Kericuhan di DPRD Riau Tak Pantas Terjadi, Eet: Kami Mohon Maaf
Telkomsel siapkan kopi gratis untuk pelanggan di Riau Bhayangkara Run 2026.(foto: istimewa)Tak Hanya Jaga Koneksi, Telkomsel Bawa Banyak Kejutan di Riau Bhayangkara Run 2026
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Zulkardi (foto/int)Zulkardi Kawal Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pekanbaru, Tegaskan Korban Harus Dapat Keadilan
Anggota DPRD Kota Pekanbaru Fraksi PAN, Doni Saputra SH MH.(foto: mimi/halloriau.com)Doni Saputra Kawal Aspirasi Warga Senapelan, Perbaikan Jembatan Pasar Bawah Pekanbaru Jadi Prioritas
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)Hotspot Sumatera Tembus 272 Titik, Riau Sumbang 13 Titik Panas Sore ini
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved