PEKANBARU - PT Pegadaian Kantor Wilayah Pekanbaru terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui berbagai program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat di Provinsi Riau, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau sepanjang Semester I 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun bisnis berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan nilai sosial dan menjaga kelestarian lingkungan.
Beragam program telah direalisasikan dengan sasaran yang luas, mulai dari pembangunan sarana ibadah, peningkatan kualitas pendidikan, bantuan sosial, pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), literasi keuangan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kantor Wilayah Pekanbaru, Agus Riyadi menegaskan, implementasi ESG merupakan fondasi penting dalam menjalankan operasional perusahaan secara berkelanjutan.
"Pegadaian percaya bahwa keberhasilan perusahaan harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat," ujar Agus Riyadi.
"Karena itu, melalui berbagai program ESG, kami terus menghadirkan manfaat nyata, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan UMKM, penguatan sarana ibadah, pembangunan fasilitas umum, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir," sambungnya.
Selama enam bulan pertama tahun 2026, Pegadaian Kanwil Pekanbaru telah menyelesaikan pembangunan maupun renovasi sarana ibadah di enam lokasi yang tersebar di wilayah kerjanya.
Selain itu, perusahaan juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako serta dukungan sarana dan prasarana kepada panti sosial, masyarakat kurang mampu, dan kaum dhuafa di 13 titik.
Pada sektor pendidikan, Pegadaian turut berkontribusi melalui penyaluran beasiswa, bantuan perlengkapan sekolah, serta penyediaan fasilitas pendidikan di sejumlah daerah sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, di bidang kesehatan, perusahaan menjalankan program pemenuhan gizi masyarakat dengan membagikan makanan siap saji dan sumber protein hewani di 28 titik, termasuk di wilayah Sumatera Barat.
Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan juga diwujudkan melalui penyediaan berbagai fasilitas publik di Kepulauan Riau.
Program tersebut meliputi pemasangan lampu penerangan jalan umum, penyaluran bantuan mesin perahu dan jaring ikan kepada nelayan sebagai upaya meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir.
Di sisi lingkungan, Pegadaian turut melaksanakan kegiatan penghijauan sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam menjaga kelestarian alam dan mendukung pembangunan yang ramah lingkungan.
Tidak hanya itu, perusahaan juga memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui edukasi financial planning di sekitar 58 titik.
Program tersebut bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sehingga masyarakat mampu mengelola keuangan secara lebih sehat dan produktif.
Dukungan terhadap pelaku UMKM juga diwujudkan melalui pelatihan peningkatan kapasitas usaha, fasilitasi promosi melalui kegiatan bazar, serta bantuan sarana usaha di tiga lokasi.
Menurut Agus Riyadi, keberhasilan program ESG memerlukan kolaborasi lintas sektor agar manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan secara lebih luas.
"Kami akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan agar setiap program ESG yang dijalankan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan," pungkasnya.