PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di Provinsi Riau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada Rabu (8/7/2026). Kondisi cuaca tersebut diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah, terutama pada siang hingga sore hari.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Gita Dewi S., mengatakan hujan ringan telah mengguyur beberapa daerah sejak pagi berdasarkan hasil pemantauan radar cuaca.
"Berdasarkan citra radar cuaca, hujan dengan intensitas ringan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Bengkalis, dan Kota Dumai. Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Bengkalis, dan Kabupaten Rokan Hulu pada siang hingga sore hari," ujarnya.
BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akan meluas pada siang hingga sore ke sejumlah daerah, meliputi Kabupaten Kampar, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Pelalawan, Kota Dumai, dan Kota Pekanbaru.
Memasuki malam hari, hujan masih berpotensi turun di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Indragiri Hulu. Sementara pada dini hari, sebagian besar wilayah Riau diprakirakan berada dalam kondisi udara kabur hingga berawan.
BMKG juga mencatat suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 55 hingga 98 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.
Selain kondisi di daratan, BMKG turut mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan agar tetap memperhatikan perkembangan cuaca.
"Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau berada pada kategori rendah. Meski demikian, nelayan dan pengguna transportasi laut tetap disarankan memantau perkembangan cuaca sebelum berlayar," jelasnya.