PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru melaporkan tidak terdeteksinya titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Riau berdasarkan pemantauan terbaru pada Jumat (26/6/2026).
Kondisi tersebut menjadi kabar baik di tengah masih ditemukannya puluhan titik panas di sejumlah provinsi lain di Pulau Sumatera yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Ranti Kurniati, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan satelit, total terdapat 39 titik panas di wilayah Sumatera. Namun, Provinsi Riau tercatat nihil hotspot.
"Total titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera terpantau sebanyak 39 titik. Untuk Provinsi Riau, berdasarkan hasil pemantauan hari ini tidak terdeteksi adanya titik panas atau nihil hotspot," kata Ranti Kurniati, Jumat (26/6/2026).
Ia menjelaskan, sebaran titik panas terbanyak berada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan 20 titik. Sementara itu, Aceh dan Bengkulu masing-masing tercatat enam titik panas, Sumatera Selatan tiga titik, Lampung tiga titik, serta Jambi satu titik.
Menurutnya, pemantauan hotspot dilakukan secara rutin sebagai bagian dari sistem peringatan dini untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama saat memasuki musim kemarau.
BMKG mengimbau seluruh pihak tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan, meskipun hingga saat ini wilayah Riau masih terbebas dari titik panas.
Keberhasilan mempertahankan kondisi nihil hotspot diharapkan dapat terus dijaga melalui sinergi pemerintah, aparat, perusahaan, dan masyarakat dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.