PEKANBARU – BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi sebanyak 19 titik panas (hotspot) di Provinsi Riau pada Senin (15/6/2026). Temuan tersebut menjadi sinyal perlunya peningkatan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di daerah yang memiliki jumlah hotspot cukup tinggi.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), total titik panas yang terdeteksi di Pulau Sumatera mencapai 72 titik yang tersebar di sembilan provinsi.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Yasir, mengatakan bahwa Riau menjadi salah satu provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak di Sumatera.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera terpantau sebanyak 72 titik," kata Yasir, Senin (15/6/2026).
Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menyumbang 19 titik panas. Sebaran hotspot ditemukan di enam kabupaten dan kota.
"Di Provinsi Riau terpantau sebanyak 19 titik panas yang tersebar di Kabupaten Bengkalis 1 titik, Kabupaten Kuantan Singingi 1 titik, Kabupaten Pelalawan 3 titik, Kabupaten Kampar 5 titik, Kabupaten Siak 7 titik, dan Kota Dumai 2 titik," ujar Yasir.
Kabupaten Siak menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni tujuh titik. Disusul Kabupaten Kampar dengan lima titik dan Kabupaten Pelalawan tiga titik. Sementara Kota Dumai terdeteksi dua titik panas, sedangkan Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kuantan Singingi masing-masing satu titik.
Selain Riau, sejumlah provinsi lain di Sumatera juga terpantau memiliki titik panas. Jambi, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung masing-masing mencatat 13 titik panas. Sumatera Barat terpantau tujuh titik, Aceh empat titik, sedangkan Bengkulu, Lampung, dan Sumatera Utara masing-masing satu titik.
Meski keberadaan hotspot belum tentu menunjukkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, data tersebut menjadi indikator awal yang terus dipantau oleh BMKG bersama instansi terkait untuk mengantisipasi potensi karhutla.
"Pemantauan hotspot dilakukan secara berkala sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau maupun Sumatera," tutup Yasir.