PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi sebanyak 59 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah wilayah Pulau Sumatera pada Selasa malam (17/6/2026).
Dari total tersebut, Provinsi Sumatera Selatan menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 18 titik. Disusul Aceh, Jambi, dan Sumatera Utara yang masing-masing mencatat sembilan titik panas.
Sementara itu, Sumatera Barat terdeteksi tujuh titik panas, Riau empat titik, Bangka Belitung dua titik, dan Lampung satu titik.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Gita Dewi, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan satelit pada Selasa malam, jumlah titik panas di wilayah Sumatera mencapai 59 titik yang tersebar di beberapa provinsi.
"Total titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera terpantau sebanyak 59 titik. Sebarannya berada di Aceh sembilan titik, Jambi sembilan titik, Lampung satu titik, Sumatera Barat tujuh titik, Sumatera Selatan 18 titik, Sumatera Utara sembilan titik, Bangka Belitung dua titik, dan Riau empat titik," ujar Gita Dewi, Selasa malam (17/6/2026).
Khusus di Provinsi Riau, BMKG mendeteksi empat titik panas yang tersebar di dua kabupaten. Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni tiga titik, sedangkan satu titik lainnya terpantau di Kabupaten Kampar.
"Untuk Provinsi Riau terdapat empat titik panas, masing-masing satu titik di Kabupaten Kampar dan tiga titik di Kabupaten Pelalawan," jelasnya.
BMKG terus memantau perkembangan titik panas tersebut sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang memasuki periode cuaca kering.