PEKANBARU – Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi sorotan setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mendeteksi puluhan titik panas di wilayah Sumatera pada Selasa (19/5/2026) sore.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Bella Rizky Adelia mengungkapkan, pemantauan satelit menunjukkan total 43 hotspot tersebar di beberapa provinsi.
Temuan ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dini.
“Dari hasil pemantauan sore ini, jumlah hotspot di Pulau Sumatera mencapai 43 titik yang tersebar di sejumlah provinsi,” ujar Bella.
Distribusi titik panas tersebut meliputi Bengkulu 1 titik, Jambi 13 titik, Sumatera Barat 1 titik, Sumatera Selatan 19 titik, Bangka Belitung 5 titik dan Riau 4 titik.
Khusus di Provinsi Riau, empat titik panas terdeteksi masing-masing berada di Kabupaten Kampar, Pelalawan, Siak, dan Indragiri Hulu.
Bella menegaskan, kemunculan hotspot belum tentu berarti kebakaran terjadi, namun menjadi indikator awal yang harus diwaspadai.
“Hotspot merupakan indikasi awal potensi karhutla sehingga perlu dilakukan pengecekan lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya,” pungkasnya.