PEKANBARU – Aktivitas titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera menunjukkan tren menurun pada Senin (11/5/2026) sore.
Data pemantauan satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat total 23 hotspot tersebar di sejumlah provinsi.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Sanya, menyampaikan bahwa sebaran titik panas masih didominasi wilayah Sumatera bagian selatan. Sementara Provinsi Riau hanya terdeteksi satu titik panas.
“Total hotspot wilayah Sumatera sore ini terpantau 23 titik,” ujar Sanya.
Berdasarkan data BMKG, sebaran hotspot Sumatera pada periode pemantauan tersebut meliputi Aceh 3 titik, Jambi 4 titik, Sumatera Selatan 13 titik, Lampung 2 titik dan Riau 1 titik.
Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, menandakan masih adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan tersebut.
Kondisi berbeda terjadi di Riau. Wilayah yang kerap menjadi perhatian saat musim kemarau ini hanya mencatat satu hotspot, tepatnya di Kabupaten Indragiri Hulu.
“Untuk Provinsi Riau, hanya terdeteksi satu titik panas di Kabupaten Indragiri Hulu,” jelas Sanya.