www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Dari Kapten Kapal ke Pemilik Barang, Polisi Bongkar Rantai Penyelundupan 27 Kilogram Sabu di Dumai
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Kasus Kekerasan Masih Tinggi, Pemprov Riau Ajukan Ranperda PPA
Senin, 11 Mei 2026 - 16:32:30 WIB
Paripurna penyampaian Ranperda PPA di DPRD Riau.(foto: mcr)
Paripurna penyampaian Ranperda PPA di DPRD Riau.(foto: mcr)

PEKANBARU – Pemprov Riau resmi menyampaikan dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait pemberdayaan dan perlindungan perempuan serta perlindungan anak (PPA) dalam rapat paripurna DPRD Riau, Senin (11/5/2026).

Langkah ini menandai upaya memperkuat payung hukum di tengah tren kasus kekerasan yang masih tinggi di daerah.

Penyampaian dilakukan Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi, sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang lebih inklusif dan berkeadilan.

“Pemberdayaan dan perlindungan perempuan serta perlindungan anak bukan hanya bagian dari legislasi daerah, tetapi juga bentuk keberpihakan pemerintah terhadap perlindungan keluarga, peran perempuan, dan masa depan generasi Riau,” ujar Syahrial.

Pemprov Riau menilai kebutuhan regulasi baru semakin mendesak setelah melihat data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA).

Angka kekerasan terhadap perempuan masih menunjukkan tren memprihatinkan dalam tiga tahun terakhir, dimana tahun 2023 ada 229 kasus, 2024 254 kasus dan 2025 219 kasus.

Kasus tersebut mencakup kekerasan fisik, psikis, seksual, penelantaran hingga eksploitasi.

“Data tersebut menunjukkan bahwa ruang aman bagi perempuan masih harus diperkuat,” kata Syahrial.

Ia menambahkan, keterbatasan rumah aman di kabupaten dan kota menjadi tantangan besar. Kondisi perempuan di wilayah desa dan pesisir juga dinilai masih menghadapi hambatan akses terhadap hak dasar.

Riau sebenarnya telah memiliki Perda Nomor 6 Tahun 2017 tentang Perlindungan Perempuan dari Tindak Kekerasan.

Namun hasil evaluasi menunjukkan regulasi lama lebih berfokus pada penanganan kasus dan belum menjawab dinamika persoalan yang semakin kompleks.

Ranperda terbaru diharapkan mendorong penguatan kesetaraan gender, peningkatan layanan perlindungan korban, perluasan program pemulihan dan penguatan ketahanan keluarga.

Pemerintah menilai pembangunan keluarga tidak bisa dilepaskan dari pemenuhan hak perempuan dan anak secara bersamaan.

“Anak adalah tunas dan potensi penerus cita-cita bangsa. Daerah harus mampu menjamin hak dasar anak agar mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak,” ungkap Syahrial.

Pemprov Riau juga menekankan pentingnya regulasi baru untuk menjawab tantangan era digital.

Kemajuan teknologi dinilai membawa risiko baru seperti kejahatan siber, eksploitasi anak, dan penyalahgunaan teknologi.

Ranperda ini diharapkan mempercepat terwujudnya status daerah layak anak sekaligus memperkuat perlindungan keluarga.

Syahrial menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga martabat perempuan dan masa depan generasi muda.

“Perempuan harus dilindungi dan marwahnya ditegakkan, sementara anak-anak harus dibimbing agar tumbuh menjadi generasi penerus yang berkualitas bagi masa depan Riau,” tegasnya.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Kapolres Dumai, AKBP Angga F Herlambang memimpin kegiatan konferensi pers pengungkapan 27,2 kg sabu senilai Rp26 miliar, Rabu (17/6/2026).(foto: bambang/halloriau.com)Dari Kapten Kapal ke Pemilik Barang, Polisi Bongkar Rantai Penyelundupan 27 Kilogram Sabu di Dumai
Rekomendasi Laptop Kuliah Terbaik 2026: Murah, Ringan, dan Awet Seharian
PGN mengadirkan program TAMASYA untuk dukung tumbuh kembang anak di Batam (foto/ist)PGN Hadirkan Program TAMASYA untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini
Harga TBS sawit mitra plasma Riau pekan ini naik.(ilustrasi/int)CPO Menguat, Harga TBS Kelapa Sawit Petani Plasma Riau Pekan ini Ikut Terdongkrak
ist.BRK Syariah Perkuat Digitalisasi Layanan Kesehatan, Integrasikan SIPD E-BLUD dan CMS untuk Seluruh Puskesmas di Inhil
  Komisi I DPRD Pekanabru cek langsung Gelper yang disorot warga.(foto: mimi/halloriau.com)DPRD Pekanbaru Datangi Gelper yang Heboh di Medsos, Ini Temuan di Lapangan
Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri.(foto: int)Kinerja BUMD Jadi Sorotan, DPRD Riau Ingatkan Jabatan Direksi Bukan Ajang Prestise
Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid.(foto: int)Kasus 'Jatah Preman' PUPR Riau, KPK Hadirkan Pakar Pidana Unsoed sebagai Saksi Ahli
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)Sumsel Dominasi Hotspot Sumatera, Riau Terpantau Punya 10 Titik Panas Sore ini
Program terpujilah GURU.Telkomsel Perkuat Kompetensi Digital Guru, Program Terpujilah GURU Hadir di Batam
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved