www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
RSUD Arifin Achmad Catat Sejarah Baru, Operasi Bypass Jantung Saat Masih Berdetak Sukses
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Curah Hujan Menurun, BPBD Riau Siaga Hadapi Ancaman Karhutla
Selasa, 10 Februari 2026 - 17:50:59 WIB
Ilustrasi Karhutla di Riau di musim kemarau (foto/ist)
Ilustrasi Karhutla di Riau di musim kemarau (foto/ist)

PEKANBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau meningkatkan kewaspadaan seiring peralihan musim menuju cuaca panas.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kerap terjadi saat curah hujan mulai menurun.

Peningkatan kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan pertemuan BPBD Damkar Provinsi Riau bersama seluruh kepala BPBD kabupaten dan kota se-Riau. Pertemuan ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas daerah sekaligus menyamakan langkah dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Kepala BPBD Damkar Riau, M. Edy Afrizal, melalui Kepala Bidang Kedaruratan, Jim Gafur, menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di wilayah Riau mulai menunjukkan tren penurunan, terutama di kawasan pesisir.

“Kami sudah mengumpulkan kepala BPBD kabupaten dan kota untuk mengingatkan agar segera mengambil langkah antisipatif menghadapi perubahan cuaca menuju musim panas,” ujar Jim Gafur, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, kondisi cuaca yang semakin kering berdampak langsung pada meningkatnya jumlah titik panas di sejumlah daerah. Bahkan, sebagian hotspot yang terpantau telah terkonfirmasi sebagai kejadian Karhutla. Karena itu, BPBD Riau mendorong pemerintah daerah yang telah memenuhi kriteria agar mempertimbangkan penetapan status darurat Karhutla.

“Hotspot terus bertambah dan sebagian sudah menjadi kebakaran. Daerah yang mengalami peningkatan kejadian Karhutla kami imbau untuk mempertimbangkan penetapan status darurat,” katanya.

Selain kesiapsiagaan teknis di lapangan, BPBD Riau juga menekankan pentingnya langkah pencegahan melalui perlindungan lingkungan. Pemerintah daerah diminta lebih intensif melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca kering sangat rentan memicu kebakaran yang cepat meluas.

“Edukasi kepada masyarakat harus diperkuat, karena pada kondisi cuaca seperti ini kebakaran sangat mudah terjadi dan sulit dikendalikan,” tuturnya.

Hingga awal tahun 2026, BPBD Damkar Riau mencatat Karhutla telah terjadi di 10 kabupaten dan kota dengan total luas lahan terdampak mencapai 182,76 hektare. Wilayah yang mengalami Karhutla meliputi Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, serta Kota Dumai dan Pekanbaru.

Luas Karhutla terbesar tercatat di Kabupaten Bengkalis dengan 65,51 hektare, disusul Indragiri Hilir seluas 36,50 hektare dan Pelalawan 21 hektare. Sementara itu, Kota Dumai tercatat 19,52 hektare, Pekanbaru 11,58 hektare, Siak 9,55 hektare, Kampar 8,50 hektare, Kepulauan Meranti 7,90 hektare, Kuantan Singingi 1,50 hektare, dan Indragiri Hulu 1,20 hektare.

Selain itu, hasil pemantauan BPBD Riau mencatat sebanyak 848 hotspot tersebar di seluruh wilayah Riau, dengan 79 di antaranya teridentifikasi sebagai fire spot atau titik api.

BPBD Riau menegaskan, peningkatan kewaspadaan, koordinasi lintas daerah, serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan potensi Karhutla selama musim panas yang mulai melanda Provinsi Riau.

Sumber: RRI.Pekanbaru


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Operasi bypass jantung.(ilustrasi/int)RSUD Arifin Achmad Catat Sejarah Baru, Operasi Bypass Jantung Saat Masih Berdetak Sukses
Pemprov Riau gelontorkan dana untuk beasiswa.(ilustrasi/int)Rp62 Miliar Digelontorkan, 3.644 Mahasiswa Riau Dapat Beasiswa 2026
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(infografis/halloriau.com)Inhu Jadi Satu-satunya Lokasi Titik Panas di Riau Sore Ini
Program “The Kurban Series 1447 H” Dompet Dhuafa Riau menargetkan 3.000 penerima manfaat (foto/ist)Program The Kurban Series, Dompet Dhuafa Riau Targetkan 3 Ribu Penerima Manfaat
PSDKU PNP Pelalawan menggelar PKTOS 2026, wadah pengembangan bakat dan sportivitas mahasiswa (foto/Andy)PSDKU PNP Pelalawan Gelar PKTOS 2026, Wadah Pengembangan Bakat dan Sportivitas Mahasiswa
  Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi.(foto: mcr)Di Hadapan Wisudawan Umri, Sekdaprov Riau Soroti Perubahan Pola Pikir Lulusan
Sidak pedagang Minyakita di Pekanbaru menjual di atas HET.(ilustrasi/int)Sidak Harga MinyaKita di Pekanbaru, Polisi Temukan Pedagang Jual di Atas HET
6 nama lolos calon Direktur dan Komisaris PT SPR menuju tahap akhir seleksi oleh Plt Gubri SF Hariyanto (foto/int)6 Orang Lolos Calon Direksi PT SPR, Nama Taufik Arrakhman Masuk Bursa
Ratusan jemaah calon haji Pekanbaru diberangkatkan ke Batam (foto/tribunpku)Kloter Terakhir Jemaah Haji Pekanbaru Berangkat, 237 Orang Menuju Embarkasi Batam
Suratman terpilih nahkodai KTNA Riau periode 2026–2031 (foto/ist)Terpilih Nahkodai KTNA Riau, Suratman Siap Perkuat Ketahanan Pangan
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved