www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Terobosan Medis di Riau, Operasi Bypass Jantung Tanpa Hentikan Detak Jantung Berhasil Dilakukan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Forum Bersama Ormas Islam Riau Rumuskan Rekomendasi Strategis untuk Pemerintah
Senin, 22 Desember 2025 - 13:55:48 WIB
Tiga ormas Islam di Riau keluarkan rekomendasi.
Tiga ormas Islam di Riau keluarkan rekomendasi.

PEKANBARU – Tiga organisasi masyarakat (ormas) Islam terbesar di Provinsi Riau mencatatkan tonggak sejarah dengan menggelar forum refleksi akhir tahun 2025 secara bersama. Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Persatuan Islam (Persis) sepakat menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis kepada pemerintah daerah maupun instansi vertikal.

Fokus utama rekomendasi tersebut diarahkan pada isu kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, serta berbagai persoalan sosial dan politik yang dinilai masih menjadi tantangan serius di Riau.

Forum lintas ormas ini dihadiri Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Riau KH Abdul Halim Mahali, Ketua PW Muhammadiyah Riau Hendri Sayuti, serta Ketua Persis Riau Koko Iskandar.

Ketua PWNU Riau KH Abdul Halim Mahali menyebut pertemuan tersebut sebagai momentum bersejarah. Menurutnya, sejak 1937, NU, Muhammadiyah, dan Persis belum pernah duduk bersama secara resmi dalam satu forum untuk menyampaikan pandangan kolektif kepada pemerintah.

“Ini merupakan awal yang baik bagi tiga ormas Islam. Dimulai dari Riau, kami menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah sebagai bentuk tanggung jawab moral,” ujarnya.

Ia menegaskan, rekomendasi yang disampaikan ditujukan kepada pemerintah daerah maupun lembaga vertikal sebagai wujud kepedulian terhadap keberlanjutan pemerintahan dan kehidupan sosial masyarakat di Bumi Lancang Kuning. Inisiatif tersebut dilandasi semangat saling mengingatkan dalam kebenaran demi kemaslahatan bersama.

“Muhammadiyah, NU, dan Persis di Riau untuk pertama kalinya menyelenggarakan konferensi bersama sebagai wadah lahirnya gagasan-gagasan konstruktif dalam mengawal kebijakan pemerintah dan memperkuat kehidupan sosial kemasyarakatan,” katanya.

Salah satu isu utama yang disoroti adalah persoalan kepemimpinan dan maraknya praktik korupsi, terutama pasca sejumlah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang terjadi di Riau.

Ketua PW Muhammadiyah Riau Hendri Sayuti menilai dinamika sosial politik Riau sepanjang 2025 berlangsung dalam situasi yang ia sebut “asam manis”.

“Kami menyoroti kepemimpinan di Riau. Apa pun kondisinya, Riau hari ini berada dalam dinamika yang kompleks. Bahkan, Riau dikenal di Jakarta karena persoalan korupsinya,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pola kepemimpinan yang kolektif dan inklusif, bukan bertumpu pada kekuatan personal semata.

“Riau adalah milik bersama. Pengambilan keputusan harus melibatkan seluruh komponen masyarakat, termasuk civil society. Riau tidak bisa dipimpin dengan kekuatan personal, baik di dalam maupun di luar struktur pemerintahan,” jelas Hendri.

Menurutnya, selama ini peran lembaga keagamaan dan tokoh masyarakat belum dioptimalkan sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.

Sementara itu, perwakilan tiga ormas Islam sekaligus akademisi Riau, Aidil Haris, memaparkan hasil kajian sepanjang 2025 yang menunjukkan masih adanya persoalan mendasar di sektor pendidikan, khususnya tingginya angka putus sekolah dan ketimpangan akses pendidikan di wilayah terpencil.

“Kami mendorong pemerintah daerah untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih merata dan berkeadilan,” katanya.

Di bidang sosial politik, Aidil menyoroti isu integritas pemerintahan. Temuan Survei Penilaian Integritas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menempatkan hampir seluruh pemerintah daerah di Riau dalam zona merah dinilai memperkuat keprihatinan publik.

“Operasi tangkap tangan dan konflik kepemimpinan berdampak langsung pada terganggunya tata kelola pemerintahan di Riau,” ujarnya.

Ketiga ormas Islam juga mendorong penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Riau dan pemerintah kabupaten/kota agar pembangunan berjalan berlandaskan keadilan, kebijaksanaan, serta kepentingan masyarakat luas.

Selain itu, dukungan terhadap gagasan menjadikan Riau sebagai daerah istimewa turut disampaikan. Usulan tersebut ditekankan pada landasan konstitusional, kearifan lokal, serta kontribusi historis Kesultanan Siak sebagai penguat identitas dan marwah daerah.

Di sektor ekonomi, kesenjangan antarwilayah dan tingginya ketergantungan terhadap dana transfer pusat masih dinilai menjadi tantangan utama. Lemahnya kemandirian fiskal daerah, defisit APBD, serta penurunan sektor migas dan sawit disebut membutuhkan strategi pembangunan yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

“Defisit fiskal berdampak langsung pada keterbatasan pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik. Konflik agraria, kerusakan lingkungan, serta penurunan produksi migas harus ditangani secara serius dan terintegrasi,” tegasnya.

Masalah infrastruktur, mulai dari kerusakan jalan akibat kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL), kondisi lahan gambut, hingga kebutuhan konektivitas jalan tol dan listrik, juga menjadi catatan penting yang memerlukan komitmen politik dan penegakan hukum yang konsisten.

Kepada instansi vertikal, KH Abdul Halim Mahali menyampaikan apresiasi terhadap kinerja aparat penegak hukum, sekaligus mendorong peningkatan pengawasan di wilayah Selat Malaka yang dinilai rawan kejahatan lintas negara.

“Kami mengusulkan penguatan pengawasan di Selat Malaka yang rawan peredaran narkoba, perdagangan manusia, dan penyelundupan kayu ilegal. Peningkatan personel serta pelayanan kepolisian yang humanis sangat dibutuhkan,” katanya.

Selain itu, ormas Islam juga menyampaikan sejumlah usulan kepada Bank Indonesia, perbankan, BPS, Kementerian Agama, serta ATR/BPN, di antaranya penguatan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), optimalisasi CSR, pembaruan data bantuan sosial, percepatan sertifikasi tanah, penguatan moderasi beragama, serta pencegahan peredaran narkoba.

Di tingkat nasional, apresiasi disampaikan kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo, atas berbagai program kerakyatan serta respons cepat dalam penanganan bencana. Namun demikian, pemerintah diingatkan agar penertiban kawasan hutan tetap mengedepankan perlindungan hak masyarakat.

Sebagai penutup, tiga ormas Islam tersebut juga mengajukan usulan penguatan nilai kebangsaan, antara lain melalui doa bersama di masjid, penguatan pendidikan cinta tanah air, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan di lembaga pendidikan.(*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
ist.Terobosan Medis di Riau, Operasi Bypass Jantung Tanpa Hentikan Detak Jantung Berhasil Dilakukan
ist.Masuk Usia 31 Tahun, Telkomsel Genjot Layanan Digital Berbasis AI untuk Pelanggan
ilustrasi.Drainase Pekanbaru Dinilai Gagal Fungsi, Genangan Air Kini Ganggu Aktivitas Warga
LAM Riau terus perjuangkan DIR.(foto: int)Naskah 600 Halaman Sudah di DPR, Riau Terus Berjuang Jadi Daerah Istimewa
Wamenpar, Ni Luh Puspa membuka Rakernas II ASITA 2026 di Makassar (foto/ist)ASITA Tegaskan Komitmen Majukan Pariwisata Indonesia Lewat Kolaborasi Nasional
  Makanan Bergizi Gratis menu pangsit diduga sebabkan ratusan siswa di Jaktim keracunan. (istimewa)Program MBG Kembali Makan Korban, Ratusan Siswa Keracunan di Jakarta Timur
ist.Ratusan Warga Ngamuk di Rantau Kopar, Rumah Terduga Bandar Narkoba Dibakar
Tim Manggala Agni padamkan karhutla di Kuala Kampar.(foto: mcr)Hujan Ringan Bantu Redam Kebakaran Lahan di Kuala Kampar, Bara Bawah Tanah Masih Membara
Jorge Martin juarai sprint race MotoGP Prancis 2026.(foto: int)Sensasi Le Mans! Jorge Martin Menang Sprint Race MotoGP Prancis 2026, Marquez Terlempar di Lap Akhir
Trofeo Mini Soccer dalam rangka HPN yang digelar PWI Riau.(foto: istimewa)Trofeo Mini Soccer HPN 2026 Satukan PWI, PLN dan BRK Syariah di Pekanbaru
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved